Minimnya Infrastruktur, Anak Muda Harap Kecamatan Kepala Madang Butuh Sentuhan Pemda Bursel

NAMROLE – Melihat kondisi daerah yang masih jauh dari harapan, memicu keresahan anak muda Kepala Madang, sosok Ateng Facei. S. Sos yang merupakan anak muda yang dibesarkan di lingkungan Himpunan Mahasiswa Islaam (HMI) Cabang Namlea ini, selalu bersuara keras untuk menyambung lidah rakyat terkait dengan keterbatasan infrastruktur penunjang di wilayah Kecamatan Kepala Madan.

Seperti halnya jalan dan jembatan yang merupakan fasilitas utama yang diinginkan masyarakat Kepala Madan, agar mempermudah masyarakat dalam beraktifitas.

Ateng Facei kepada jurnalone.id, Senin (9/10/2023) menjelaskan bahwa, selama ini masyarakat diwilayah Kecamatan Kepaala Madan, maupun Leksula belum menikmati jalan seperti masyarakat di Kecamatan lain di wilayah Kabupaten Buru Selatan.

Bahkan sudah hampir 16 tahun masyarakat di kedua Kecamatan ini harus bertarung nyawa dengan ganasnya gelombang laut jika berurusan di Ibu Kota Kabupaten Buru Delatan di Namrole.

“Tidak ada alternatif lain kecuali menggunakan Spiedbood menuju Namrole,” ucapnya.

Ateng juga menyesali wakil-wakil rakyat yang berasal dari daerah pemilihan tiga (Dapil) Leksula Kepala Madan, yang seakan-akan menutup mata dengan kondisi transportasi yang sangaat terbatas di kedua wilayah itu.

Bahkan aktifis asal Desa Air Ternate Kecamatan Kepalla Madan ini, dengan segala keterbatasan namun dirinya maju sebagai calon Anggota DPRD Kabupaten Buru Selatan (Bursel) dari Dapil Tiga Leksula Kepala Madan.

Aktifis jebolan Iqra Buru dan juga Kaders HMI Cabang Namlea ini, selain masih menempuh studi S1 paadaa Fakultas Hukum di Universitas yang sama, tetapi niatnya sudah bulat untuk menuju Parlemen di Namrole.

“Hanya ada satu kata bahwa penderitaan rakyat di kedua Kecamatan ini segera diakhiri,” kata Ateng Facei dengan suara lantang. (Lesnusa)