TERNATE- Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, menghadiri acara Wellcome Dinner Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (FKDK BPDSI), bersama Ketua Komisi II DPR RI beserta rombongan, yang berlangsung di Rooftop lantai 4 Hotel Bella Ternate, Senin (28/07/25).
“Malam ini senang bisa bersilaturahmi dengan seluruh komisaris Bank Pembangunan Daerah se-indonesia. Ini pertama kali saya menghadiri kegiatan forum seperti ini, saya baru tahu juga bahwa setiap tahun Ada forum kumpul-kumpul para komisaris BPD, suatu kegiatan yang sangat baik,” ujar Gubernur.
Gubernur mengucapkan terima kasih karena telah memilih Maluku Utara sebagai tuan rumah kegiatan forum penting ini.
Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Gubernur mengucapkan selamat datang di bumi Maluku Kie Raha, semoga Kegiatan besok bisa berjalan dengan baik, bisa saling bertukar ide, bertukar inovasi, bagaimana BPD bisa tetap menghasilkan Cuan Yang banyak kepada para pemegang sahamnya, walaupun dalam tantangan Global yang ada saat ini.
“Saya mengapresiasi khususnya untuk Bank Maluku-Maluku Utara, yang tahun kemarin 2024 dividennya lumayan, presentrisnya bagus, jadi tahun ini saya setor penambahan Modal. Saya sudah info ke Kepala BPKAD akhir tahun kita setor lagi, lumayan hitung-hitungannya lebih tinggi daripada bunga bank,” ungkap Sherly.
Semoga Bank Pembangunan Daerah lainnya se-indonesia semakin kompetitif dan bisa mengambil paket share yang semakin besar di daerah masing-masing, semakin bisa relay dengan customer di masing-masing daerah, ditambah karena banyak regulasi di pemerintahan ini tidak memerlukan kolateral seperti dulu sehingga harusnya lebih banyak kultur yang bisa disalurkan. semoga program-programnya juga kompetitif dan inovatif bisa bersaing dengan bank-bank Negara yang ada di mana-mana saat ini.
Gubernur juga mengucapkan terima kasih atas silaturahminya dan perkenalannya, dan senang bisa bertemu dengan seluruh teman dari seluruh Indonesia.
“Semoga tali silaturahmi ini bisa terus terjaga, bisa bertemu di kesempatan lainnya. Sekali lagi saya doakan Kegiatan besok bisa berjalan dengan baik dan lancar,” tutup Gubernur.
Sementara Ketua Komisi 2 DPR RI bapak Dr. H Muhammad Rifkinizamy Karsayuda dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih atas undangan ini, dan mengatakan bahwa kunjungan kerja ini merupakan hasil dari rapat internal komisi 2 DPR RI yang sudah diputuskan pada tanggal 28 Juli 2025.
“Tema kunjungan kami ke sini adalah pengawasan fungsi dan peran Gugus Tugas Reforma Agraria yang baru bulan Mei kemarin di aktifkan. Saya bersyukur dan berterima kasih Forum Komunikasi dewan komisaris Bank BPD berkenan untuk menyesuaikan waktunya, sehingga malam ini kita bisa bersilaturahmi bersama-sama komisi 2 DPR RI yang membawahi pemerintahan daerah,” ucap Rifqy.
Memang sekarang diberikan banyak perluasan kewenangan oleh pemerintahan pada periode kepemimpinan presiden Prabowo Subianto ini salah satunya adalah kami bersama dengan Kementerian Dalam Negeri diminta untuk menata Badan Usaha Milik Daerah yang ada di Indonesia dengan total aset lebih dari 1200 Triliun Rupiah, tetapi yang sehat itu kurang dari 30% dan yang sehat Itu rata-rata adalah BUMD di bidang jasa keuangan, terutama di sektor perbankan yaitu Bank Pembangunan Daerah.
Oleh karena itu dalam penyusunan rancangan undang-undang BUMD kedepan tentu bagi kami positioning Kami adalah ingin melakukan penguatan konsolidasi kekuatan ekonomi lokal untuk kita bukan hanya menjadi pemain di lokal masing-masing, tetapi juga bisa menjadi pemain pada wilayah regional dan nasional.
Kalau selama ini ada penugasan berbagai macam proyek strategi nasional selalu kepada bank-banking Barat, maka ke depan Ibu Gubernur jika kita sudah mampu melakukan konsolidasi di level BUMD kita kita bisa saja nanti melakukan penugasan project-project strategis nasional kepada bank-bank daerah kita.
“Prinsip dasarnya ke depan kita harus mampu melakukan adaptasi, kita harus akui bank-bank BPD kita tidak semuanya pada performa yang positif tidak terlalu kompetitif kita hanya jago kandang itu pun hanya dikasihani oleh para pemegang saham baik pemegang saham pengendali maupun pemegang saham yang lain, dan karena itu komitmen kami ke depan Bank BPD harus menjadi bukan hanya regional Championship tetapi kemudian menjadi National Champion dan itu tugas kita bersama,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Rifqy mengucapkan selamat melakukan ramah tamah dan silaturahmi malam ini di Kota Ternate, kota rempah. Dia mengatakan baru kali pertama ke tempat ini dan saya kira tentu silaturahmi ini In syaa Allah akan membawa berkah bagi kita semua dan khusus bagi kami komisi II DPR RI.
“Penting untuk mendengar berbagai macam persoalan masalah yang dihadapi oleh BPD sebagai salah satu BUMD yang nanti menjadi objek dalam pengawasan dan pembinaan di dalam undang-undang BUMD ke depan. Kami juga menyadari bahwa banyak sisi regulasi yang kurang adil selama ini untuk Bank BPD,” ujarnya.
Ketua Komisi II berharap ke depan, BUMN mempunyai Badan Pengelolaan namanya Danantara. Mudah-mudahan BUMD dengan kekuatan yang luar biasa setidaknya kita akan melahirkan danantara di Indonesia.
Sebelumnya, Direktur Utama Bank Maluku Malut selaku tuan rumah Pelaksana Wilayah Timur, Syahril Imbar dalam sambutannya, menyampaikan Selamat datang kepada seluruh peserta seminar yang nantinya besok akan berdiskusi. Diskusi panjang mengenai topik transformasi Bank Pembangunan Daerah juga topik lainnya.
Kita tahu bahwa ekonomi global cukup terganggu, dan kita mendapatkan dampaknya di perbankan terutama di perbankan daerah dari sisi keuangan diintermediasi, kita mendapatkan banyak tantangan.
Dalam kesempatan itu, Kepala Bank Maluku Malut menyampaikan permasalahan yang dihadapi BPD kepada Ketua Komisi II maupun anggota Komisi II, dan berharap ada solusi yang terbaik.
“Semoga besok nanti kita bisa melakukan dialog yang intensif yang menghasilkan rancangan bagaimana memperkuat Bank Pembangunan Daerah ke depan,” harapnya.(red/rls)















