HALUT – Pasca bencana banjir di Kecamatan Loloda Utara, Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua mendampingi Wakil Gubernur Maluku Utara Ss arbin Sehe bersama Forkopimda melakukan peninjauan kembali secara langsung di lokasi bencana di Desa Doitia Kecamatan Loloda Utara Halmahera Utara, pada Sabtu kemarin 17 Januari 2026.
Peninjauan tersebut dilakukan guna untuk melihat langsung kondisi warga setempat yang terdampak bencana tersebut.
Rombongan Bupati bersama Wagub serta forkopimda setiba di lokasi langsung memantau titik tersumbatnya aliran sungai Doitia yang menyebabkan banjir melanda pemukiman warga setempat.
Selanjutnya rombongan mengunjungi masyarakat di posko pengunsian, posko logistik, MBG serta posko kesehatan.
Bupati sampaikan bahwa Pemda Halut tengah menyiapkan alat berat serta berkordinasi pengangkutan ke desa Doitia melalui LCT, guna melakukan normalisasi sungai Doitia dan sungai Asmiro, dan sungai marimoi.
Namun hingga saat ini belum tiba karena kendala transportasi.
Bupati mengingatkan bahwa penanganan masa tanggap darurat telah dimulai dan akan berlanjut pada tahap konstruksi perbaikan rumah yang terdampak, termasuk membangun rumah baru bagi yang hilang akibat banjir.
“Penyaluran bantuan pangan berupa beras juga telah dilakukan ke sejumlah desa di Loloda Utara, dengan dua kapal yang melayani distribusi,” ucap Bupati.
Untuk mengatasi hambatan akses transportasi laut dan darat, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan pihak pelabuhan Tobelo agar kapal KM Rajawali mulai melayani rute Tobelo-Loloda pada Rabu 21 Januari 2026.
“Langkah ini diharapkan membantu distribusi hasil pertanian dan kebutuhan sembako warga serta memulihkan aktivitas sosial ekonomi masyarakat Loloda Utara,” ucapnya.
Bupati Piet Hein juga berikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada TNI/POLRI, Satpol PP, PMI, BPBD, serta seluruh OPD yang cepat tanggap dalam penanganan bencana sehingga tidak terjadi korban jiwa.
Sementara Wakil Gubernur Sarbin Sehe menegaskan bahwa pentingnya kehadiran Pemerintah untuk memastikan pelayanan dan bantuan sampai ke masyarakat terdampak agar dapat menjalani kehidupan dengan tenang.
Menurut Wagub bahwa normalisasi sungai Doitia sangat diperlukan untuk mencegah air kembali meluap ke pemukiman.
“Kerja sama dengan OPD teknis dan koordinasi tanggap darurat terus dipercepat,” tutup Wakil Gubernur Sarbin Sehe saat dilokasi banjir Sabtu kemarin 17 Januari 2026. ( Jefry )














