HALUT – Ditengah suasana suka cita perayaan ibadah Paskah yang dirayakan oleh umat Kristiani untuk menyambut kebangkitan Sang Jurus Selamat Yesus Kristus oleh seluruh Jemaat Gereja Masehi Injil di Halmahera (GMIH) di Kabupaten Halmahera Utara.
Pemerintah Daerah memastikan perayaan ibadah Paskah berjalan aman, damai, dan Kondusif. Bupati Halmahera Utara Dr.Piet Hein Babua mengunjungi Jemaat yang tengah laksanakan Paskah tersebut.
Saat mengunjungi tempat paskah Jemaat Siloam dan Siloam Baru Gosoma, Bupati Halut Piet Hein Babua di dampingi oleh Forkopimda, Kepala Kantor Agama Halut, Dan Pos Angkatan Laut (AL), Danpos POM Tobelo, FKUB Halmahera Utara.
Bupati berikan apresiasi dan penghargaan setinggi tingginya bagi Jemaat Siloam dan Siloam Baru Gosoma, saat berkunjung di Gereja Siloam Baru Gosoma pada malam Paskah, Sabtu (4/4/26) malam.
Menurut menyampaikan, ketika bertandang ke tempat paskah tersebut ada suara yang sampaikan ke dirinya, bahwa perayaan paskah ini gabungan dua jemaat, yaitu Jemaat Siloam dan Siloam Baru Gosoma.
Kata Bupati, saat menyampaikan pesan Paskah, bahwa dirinya merasa terharu atas pelaksanaan Paskah dimalam ini.
Perayaan Paskah bersama yang dilaksanakan jemaat Siloam dan Siloam Baru Gosoma ini sebagai langkah untuk mempererat penyatuan GMIH.
Bupati berharap perayaan Paskah yang dikunjunginya dan pada tahun sebelumnya tidak seperti di malam ini, yang mana Siloam Gosoma telah laksanakan Paskah bersama sama dari kedua Sinode dalam perayaan paskah tersebut.
Bupati menjelaskan bahwa Jemaat Siloam adalah secara keseluruhan yaitu Siloam dan Siloam Baru Gosoma tetapi dengan kebersamaan ini untuk menyatukan tidak ada lagi lama dan baru. Sehingga saat ini saya menyatakan bahwa Siloam Gosoma menjadi Embrio penyatuan GMIH di Maluku Utara.
Siloam salah satu jemaat terbesar di GMIH dan kalau Siloam Gosoma sudah mulai mempelopori, saya yakin dan percaya sudah tidak ada lagi yang menghalau itu.
“Perjuangan Gereja kita yang cukup panjang dengan sejumlah persolan Yeng terjadi, kita telah bersepakat bahwa 2026 adalah penyamaan persepsi dan 2027 kita masuk pada sidang sinode penyatuan,” ucap Bupati.
Paskah di Jemaat Siloam Gosoma ini memiliki makna tersendiri, karena mampu merangkul, menghimpun dua sinode yang dilaksanakan di Gereja Siloam Baru Gosoma. Oleh karena itu saudara saudaraku, selaku Bupati Halut, menegaskan bahwa kabupaten Halut yang merupakan pusat GMIH karena itu tanggung jawab dan kerja keras Bupati Halut dalam proses penyatuan gereja ini.
Bupati mempertegaskan, bagi ASN yang juga sebagai pelayan atau Majelis jangan ada yang ke kiri dan ke kanan, karena dalam mendorong kebijakan Pemerintah untuk menyatukan keutuhan GMIH.
“Karena sebagai Bupati yang ketiga di Halut ini, dalam tekat dan komitmen untuk selesaikan persolan GMIH untuk sukseskan penyatuan di sidang Sinode Tahun 2027. Namun tetapi ini semua bisa terjadi penyatuan jika Torang samua mendukung, menyatukan diri hilangkan Egoisme, karena menurutnya semua sebagian besar ini mau GMIH bersatu,” ujarnya.
“Manusia semua mau hidup aman, dn damai, tetapi harus memulai dari diri kita sendiri, dari keluarga kita dan dimana kita berada harus cinta damai, Yakin, dan percaya. Halut akan terpancar Suka cita, kedamaian dari kita semua dan dapat laksanakan aktifitas secara baik,” tambahnya.
Selaku Bupati Halut berikan penghargaan setinggi tingginya, terima kasih kepada jemaat Siloam Gosoma, yang artinya tidak ada yang baru dan tidak ada yang lama karena dimalam hari ini, melalui malam Paskah bersama Siloam Gosoma secara menyeluruh karena kita telah menyatukan dalam satu kesatuan perayaan paskah. Siloam Gosoma.
“Kita semua mampu hidup berdampingan satu dengan yang lain antara golongan, suku, budaya dan agama dalam satu kebinekaan NKRI lebih khusus menjaga hibualamo yang kita cintai,” tutup Bupati. ( Jefry/Adv)














