BMKG Ternate: Hilal 1 Dzulhijjah Bisa Terlihat Namun Terkendala Cuaca Mendung

TERNATE – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Kantor Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara dan Kota Ternate melakukan pengamatan hilal 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah, di Gedung Observatorium Hilal BMKG, Kelurahan Afe Taduma, Kecamatan Pulau Ternate, Minggu ( 17/05/2026 ).

Petugas BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Ternate, Hermizal menyampaikan bahwa secara astronomi posisi hilal di Ternate memenuhi syarat untuk diamati.

Namun kondisi cuaca mendung dan hujan ringan menjadi tantangan utama dalam proses rukyatul hilal sore hingga malam hari.

“Pada saat matahari terbenam pukul 18.31.30 WIT, posisi bulan berada pada ketinggian 5,06 derajat. Artinya, secara matematis potensi hilal untuk diamati itu ada,” jelas Hermizal.

Dia menjelaskan, keberhasilan pengamatan hilal juga sangat dipengaruhi kondisi atmosfer dan cuaca di lokasi pengamatan. Dalam sepekan terakhir, wilayah Kota Ternate kerap diguyur hujan pada sore hingga malam hari.

“Seperti yang kita ketahui, beberapa hari terakhir kondisi cuaca di Kota Ternate selalu hujan pada sore hingga malam hari. Saat ini di lokasi pengamatan juga cuaca masih mendung dan huan ringan,” ujarnya.

Meski demikian, Ia berharap kondisi cuaca membaik menjelang matahari terbenam agar hilal dapat terlihat secara langsung.

“Kita berharap nanti saat matahari terbenam sampai bulan terbenam kondisi cuaca menjadi cerah sehingga kita bisa bersama-sama mengamati hilal 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah,” katanya.

BMKG juga mengungkapkan bahwa konjungsi atau ijtimak terjadi pada pukul 05.00.55 WIT. Dengan demikian, umur bulan saat matahari terbenam telah mencapai sekitar 13 jam 30 menit 35 detik.

Selain itu, waktu pengamatan hilal diperkirakan berlangsung sekitar 26 menit 38 detik sejak matahari terbenam hingga bulan ikut terbenam.

“Saat ini kita mempunyai waktu kurang lebih 26 menit 38 detik untuk melakukan pengamatan hilal anak bulan 1 Dzulhijjah. Mudah-mudahan dengan kondisi cuaca yang ada, hilal tetap bisa diamati,” pungkasnya. (barak)