TERNATE – Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ternate Basri Kamaruddin, memprediksi pengamatan hilal penentuan awal 1 Zulhijah 1447 Hijriah di Kota Ternate kemungkinan kecil untuk terlihat akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung, Minggu (17/05/2026).
Tim BMKG dijadwalkan mulai melakukan pemantauan hilal pada sore hari. Persiapan keberangkatan dilakukan sekitar pukul 15.30 WIT dari kantor menuju lokasi pengamatan.
“Rencananya jam 15.30 kita bertolak dari kantor, kemungkinan tiba sekitar jam empat sore. Setelah persiapan peralatan, sekitar jam 17.30 kita mulai pengamatan,” ujar petugas BMKG saat memberikan keterangan.
Pengamatan awal difokuskan pada posisi matahari hingga terbenam sekitar pukul 18.31 WIT. Setelah itu, tim melanjutkan pengamatan terhadap posisi bulan hingga pukul 18.58 WIT atau saat bulan terbenam.
“Setelah matahari terbenam kita beralih ke pengamatan bulan sampai pukul 18.58, setelah itu selesai sekitar pukul 19.00 WIT,” jelasnya.
Meski pengamatan tetap dilakukan, BMKG menyebut peluang hilal terlihat di wilayah Ternate cukup kecil. Hal itu dipengaruhi kombinasi posisi hilal yang rendah dan kondisi cuaca yang diperkirakan berawan tebal disertai potensi hujan ringan.
“Tinggi hilal hanya sekitar 5,06 derajat dan elongasi 9,46 derajat. Dengan prakiraan cuaca sore nanti berawan tebal dan potensi hujan ringan, jadi agak sulit terlihat,” katanya.
BMKG menegaskan kondisi cuaca menjadi faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan rukyatul hilal di Ternate.“Kecil kemungkinan untuk terlihat di Ternate,” pungkasnya. (Barak)














