M. Sukri Mandea Anggota DPRD Serap Aspirasi Masyarakat Morotai Utara

MOROTAI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pulau Morotai, M. Sukri Mandea terus menunjukan komitmennya sebagai wakil rayakyat. Dimana M. Sukri melakukan reses pada masa sidang I yang berlangsung pada 16 Maret 2026, menyapa masyarakat pada daerah pemilihannya.

Sukri tidak sendiri dan juga seluruh Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Pulau Morotai ke daerah pemilihannya masing-masing, untuk melakukan silaturahmi dan dialog guna menampung aspirasi masyarakat yang nantinya akan dijadikan pokok pikiran anggota DPRD dan disampaikan ke pemerintah daerah.

Tepatnya pada Senin (16/3), M Sukri Mandea dari fraksi Partai Demokrat mengunjungi dapil nya dan bertemu dengan konstituen dalam rangka melakukan reses untuk menampung dan mendengarkan keluhan masarakat desa kenari .

Dia menyampaikan ucapan terimakasih kepada warga masarakat desa kenari yang suda memilih dan dukungannya dirinya sehingga terpilih dalam kontestasi di pileg tahun 2024 kemarin. “Atas kepercayaan dong bapak ibu saya bisa berdiri di sini sebagai anggota DPRD kab Pulau Morotai, saya akan terus bersama bapak dan ibu,” ucapnya.

Lanjut Sukri mengajak kepada warga masyarakat Desa Kenari agar bisa menyampaikan pikiran-pikran dan saran masukan intuk menjadikan bahan masukan ke pemerintah daerah untuk di tindak lanjuti.

Dia juga menyampaian masyarakat terhadap fungsi dan peren sebagai anggota DPRD, diantaranya, Pengawasan Anggaran, dan Pembentukan Perda. Tiga fungsi ini melakat di DPRD maka dari itu saya dan kami anggota DPRD selama ini mengerjakannya.

“Segogyanya tujuan utama reses adalah menyerap, menampung, dan menindaklanjuti aspirasi serta pengaduan masyarakat secara langsung di luar masa sidang. Ini adalah kewajiban anggota DPRD/DPR untuk menjembatani kebutuhan rakyat dengan kebijakan pemerintah, sekaligus bentuk pertanggung jawaban moral dan politis,” ujar politisi Partai Demokrat dapil Timur Utara itu.

Setelah penyampaian Sukri beberikan waktu untuk masyarakat menyapain masukan dan aspirasi mereka di antaranya, permintaan pembangunan perbaikan talud, pembangunan drainase atau parit di RT 04 dan 05 di Desa Kenari.

Warga masyarakat juga meminta akses jalan tani di daerah kebun dengan volume panjang berkisan 5 km, pembangunan pagar mesjid Al-Mukaram di Desa Kenari.

Selain itu di Kampung Nelayan permitaan mobil turmoking atau mobil boks, air bersih dan penambahan tenaga petugas PAM, jalan lingkungan Desa Kenari. Armada alat tanggap dan pengadaan mesin 15 PK, alat alat pertanian hentraktor dan tanaman bibit horti dan mulsa, dan pembangunan TPQ Desa Kenari.

“Dari sekian poin ini akan kami usulkan dan sampaikan kepada pemerintah daerah lewat paripurna agar bisa di akomodir,” jelasnya.(red)