TERNATR – Meski masih dua pekan lagi, antusias warga Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, mendatangi sentra pelayan penukaran uang yang diadakan Bank Indonesia (BI) perwakilan Maluku Utara, Jumat (6/3/2026).
Dimana warga sejak pagi hingga sore hari terus mendatangi lokasi penukaran uang yang dipusatkan di gedung Duafa Center, Kelurahan Gamalama, Kota Ternate.
Animo warga sangat tinggi untuk melakukan penukaran uangan pecahan kecil, mulai dari Rp20 000, Rp10 000, Rp5000 hingga Rp2000 rupiah untuk kebutuhan lebaran Idul Fitri mereka.
Karena banyaknya warga serta menghindari antrian yang dapat menyebabkan saling berdesak-desakan, petugas menerapkan sistem antrian kepada warga guna mendapatkan pelayanan yang maksimal dengan menghadirkan seluruh perbankan di areal tersebut sehingga proses penukaran berlangsung lancar.
Arimbi A. Nachrawy, salah satu warga mengaku, meski telah berjam-jam mengantri namun merasa dengan mudah memperoleh penukaran uangan pecahan kecil.
“Tadinya saya antri dari jam 09.30 dan baru selesai jam 11.00 WIT. Saya daftar dari minggu kemarin, saya tukar pecahan Rp20 000, 10.000, 5000, hingga 2000,” ucapnya.
Dia mengaku, penukaran uang pecahan kecil pada momentum Idul Fitri sudah menjadi kebiasaan warga, sehingga adanya sentral penukaran uang yang diadakan Bank Indonesia dapat mempermudah warga.
“Ini sudah menjadi tradisi setiap lebaran, Nantinya kita bagi keluarga pada anak-anak dan kebutuhan lain. Saya bersukur dengan pelayan ini kita daftar dan menggu dan harapnya pelayan ini terus berlangsung agar masyarakat bisa menukar uang,” harapnya.
Sementara itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara, Handi Susila, menungkapakan Bank Indonesia membuka layanan penukaran uangan selama empat hari sejak Selasa (3/3) hingga berakhir pada Jumat (6/3/2026) hari ini.
“Untuk penukaran sampai saat ini sudahb Rp16 milyar dan penukaran melalui perbankan itu sekitar Rp149 milyar,” ucap Handi.
Selain itu dia menegaskan, guna mengantisipasi tingginya permintaan masyarakat terutama selama bulan ramadhan dan Idul Fitri pada tahun ini cukup tinggi dibandikan tahun sebelumnya.
“Untuk mengantisipasi permintaan dari masyarakat terutama ramadhan dan lebaran kalai ini senilai RP933 milyar dan ini juga meningkat dibandikan dengan tahun lalu,” jelasnya.(red)















