SOSIAL  

Gubernur Apresiasi Bupati Ikram Atas Kolaborasi Jaga Lingkungan Hidup

HALMAHERA TENGAH – Berlokasi di pesisir pantai Desa Kobe, Kecamatan Weda Tengah, Bupati Kabupaten Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji, menghadiri kegiatan penanaman mangrove bersama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, pada Selasa (22/7/2025).

Kegiatan ini diinisiasi oleh PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dan turut dihadiri oleh Pangdam XV/Pattimura, Wakapolda Maluku Utara, serta Presiden Direktur PT IWIP.

Dima PT IWIP menyediakan sebanyak 1 juta bibit mangrove yang ditanam secara bertahap diatas lahan seluas 200 hektar di pesisir pantai sebagai bagian dari program pemulihan dan pelestarian ekosistem pesisir di wilayah tambang dan industri sekitar Teluk Weda.

Usia kegiatan penanaman, Bupati Ikram menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara pemerintah daerah, pihak TNI Polri, dan perusahaan industri dalam menjaga lingkungan hidup.

Apalagi kata Bupati, penanaman mangrove ini adalah bentuk nyata komitmen semua pihak untuk menjaga dan merawat ekosistem pesisir, yang memiliki peran penting dalam mencegah abrasi, menyerap karbon, serta menjadi habitat bagi berbagai biota laut.

Apalagi kata Ikram, Halmahera Tengah memiliki garis pantai yang luas dan rentan terhadap perubahan iklim serta eksploitasi industri, sehingga program rehabilitasi seperti ini sangat dibutuhkan sebagai langkah berkelanjutan.

“Kita ingin pembangunan industri tetap seimbang dengan pelestarian lingkungan. Karena itu, sinergi seperti ini harus terus diperkuat, agar ekonomi tumbuh tanpa merusak alam,” tambahnya.

Sementara Gubernur Sherly Tjoanda, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung gerakan penanaman mangrove sebagai bagian dari adaptasi perubahan iklim.

Untuk itu Gubernur memberikan apresiasi kepada Pemeritah Halmahera Tengah dibawa kepemimpinan Bupati Ikram Malan Sangadji dan Wakil Bupati Ahlan Djumadil, bersama pihak PT IWIP yang terus menujukan komitmen dalam menjaga lingkungan.

“Kami pemerintah Provinsi dan saya yakin pak Bupati dari kabupaten pun dengan sangat positif mendukung kegiatan yang sangat positif ini, karena banyak manfaat dari pohong manggrove itu sendiri selain bisa menyerap karbon dioksida sehingga udara akan lebih bersih juga bisa menjadi ekowisata dan dikemudian hari karbon disini bisa dinilai sebagai paru-paru dunia,” ujar Gubernur pada sambutannya.

Tidak lupa diakhir sambutannya, Gubernur Sherly juga mengajak masyarakat Kobe untuk menjaga dan merawat hutan manggrove yang ada di lingkungan karena hutan manggrove ini juga bisa menjadi pelindung alami untuk masyarakat Kobe.

“Jadi bapak ibu jangan potong itu manggrove nanti taludnya (benteng alami) nangi taludnya sudah tidak ada nanti pasir dan rumahnya abrasi baru kemudian kesaya dan pak Bupati minta buat talud manusia ya. Jadi sepakat ya jangan potong mangrove nya ya,” ajak Sherly kepada warga Kobe.(red)