Final Euro 2024, James Kose: England Yang Stel

HALBAR – Sepakbola tidak terlepas dengan namanya sejarah dan kutukan. Di Euro 2024 nyatanya hal tersebut masih berlaku. Percaya atau tidak percaya, bisa jadi ada satu kutukan yang kembali berlaku di Euro 2024.

Menurut Kepala Bagian, Umum, Perencanaan dan Keuangan Halamaheta Barat, James Kose, kepada media ini, Sabtu(13/6/2024), menyampaikan, bahwa Edisi EURO 1996 Jerman berhasil Keluar sebagai Juara dan menjadi terakhir kali mengangkat Trofi EURO.

Empat tahun berselang EURO 2000, Kutukan Jerman mulai aktif, saat itu yang menjadi korban England dan Portugal, kedua tim mengalahkan Jerman di babak grup. England mengalahkan Jerman lewat gol tunggal Alan Shearer dengar skor 1-0, mirisnya kemenangan atas Jerman itu menjadi satu satunya kemenangan England di Fase grup dan gagal Melaju ke babak berikut.

Sementara di partai lain, Portugal berhasil menang telak 3-0 atas tim Jerman dan berhak lolos ke babak berikut dengan status Juara Grup dan melaju hingga semifinal.

Kutukan mengalahkan Jerman itu memang benar terbukti, karena semifinal Portugal yang percaya diri akan melaju di babak Final harus tersingkir 1-2 oleh France tim berjuluk Ayam Jantan.

Kutukan Jerman berlanjut, pada EURO 2004, Jerman harus kandas di babak 3 kualifikasi, setelah kena aksi comeback Ceko lewat gol Milan Baros, di laga tersebut membuat Jerman pulang kampung lebih awal. Ceko saat itu diperkuat Pavel Nedved, dan Milan Baros berhasil keluar sebagai Juara grup dan melaju ke babak berikut.

Ia juga bilang,di laga semifinal Yunani berhasil menang atas Ceko dengan skor 1-0 dan berhak maju di babak Final.

Kemudian EURO 2008, kata James Kose, di babak Grup, Jerman harus takluk di tangan Krosia yang keluar sebagai juara grup, sementara, Jerman lolos dengan status runner-up grup. Krosia yang di huni pemain andalan luka modric dan Rakitic tampil mulus di babak grup harus tersingkir dari Turki di Quarter Final lewat adu Penalti.

Sementara Der Panzer melaju sampai Final bertemu dengan El matador dengan skor 0-1. Saat itu, Spanyol menjadi campion sedangkan Jerman Harus puas sebagai runner-up Juara 2 EURO.

Lebih lanjut, EURO 2012, kutukan terhadap Jerman kembali berlaku, kali ini Italia yang di latih Prandeli menghentikan Jerman di laga back to back menuju Final. Italia yang diperkuat Andrea Pirlo dan kawan kawan berhasil mencetak 2 gol melalu kaki Mario Balotelli.

Italia menang telat atas Jerman dengan skor 2-1. Namun, di Laga Final Italia vs Spanyol di Hajar tanpa balas 0-4.

Sedangkan EURO 2016, setelah Italia menjadi korban euro 2012, Kutukan tersebut nyatanya kembali berlaku, kini giliran les Blues, France di jagokan mengulangi kisah sukses dikandang sendiri menjadi Juara EURO 1984, Les Blues sebagai tim yang di unggulkan terbukti di babak grup France lolos tanpa mengalami kekalahan.

Begitupun di laga semifinal, France yang didukung penuh penggemar di stadion berhasil mengalahkan Jerman dengan skor 2-0 dan melaju di Final France vs Portugal ini menjadi Laga ditunggu tunggu oleh para Fans atau penggemar yang percaya diri dan Pede France keluar sebagai Juara.

Namun nasib tuan rumah apes setelah menit 109, Pemain Portugal Eder berhasil mencetak gol membuat France harus puas sebagai runner-up Dan Portugal Juara Euro.

Selain itu, kata dia, EURO 2020, ternyata belum berhenti, Kini timnas England yang kembali merasakan kutukan Jerman, The Three Lion di Fase grup sapu bersih kemenangan tanpa kebobolan dan tanpa kekalahan, 16 besar England berhasil mengalahkan Jerman 2 gol tanpa balas dan menciptakan sejarah lolos di laga Final. Namun di laga tersebut England harus takluk lewat adu pinalti melawan Italia.

Sementara itu, dirinya juga menambahkan, bahwa dikali ini di Euro 2024, Ia yakini bahwa England akan membawah pulang Trofi karena banyak pemain terbaik di negeri itu.

“Saya Sangat optimis Euro 2024 ini, tim England yang stel dan bawah pulang trofi,”tegasnya di akhir wawancara.