TERNATE – Persatuan Alumni Dewan Pengurus Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Maluku Utara, bersama Pangkalan Angkatan Laut Ternate, menggelar Forum Grup Discussion (FGD) dengan tema “Maluku Utara Dalam Perspektif Kepentingan Maritim Global”.
Kegiatan yang bertempat di Markas Pangkalan Angkatan Laut Ternate, Jumat (13/10/2023) malam itu, dihadiri sejumlah Aktifis, Mahasiswa, Politisi, hingga Birokrasi dari Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng).
Dikesempatan itu, Danlanal Ternate, Kolonel Marinir Ridwan Aziz memaparkan pandangannya terkait Geopolitik dan Geostrategis Maluku Utara dalam Perspektif Maritim.
Komandan Pangkalan Angkatan Laut Ternate itu mengatakan bahwa, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan jumlah pulau 17 ribu pulau lebih dan garis pantai terpanjang 108 ribu kilometer.
Ditambah lagi, Indonesia juga memilik kekayaan hayati laut terbesar di dunia, dan Maluku Utara bagian dari potensi kekayaan itu. Dengan kekayaan dari gambaran yang di maksud suda selayaknya Indonesia menjadi poros maritim dunia.
Putra Halmahera Tengah itu menekankan, Identitas Indonesia sebagai bangsa maritim harus terus menerus kita pulihkan dan kita kokoh-kan, bukan melalui jargon-jargon kemaritiman tetapi harus melalui kerja nyata di berbagai bidang
“Kita butuh kerja keras untuk meningkatkan konektivitas laut serta meningkatkan keamanan maritim, guna melindungi kepetingan rakyat dan kepentingan nasional,”ucap Ridwan pada FGD itu.
Ridwan menambahkan, posisi wilayah Maluku Utara dalam perspektif maritim geo-strategis, geopolitik dan geo-ekonomi, maka penting adanya pembangunan kemaritiman yang terencana dan tepat sasaran.
Aspek geopolitik terdapat potensi sumber daya alam yang dikelola dan di tetapkan menjadi kawasan proyek strategis nasional(PSN) di Kabupaten Halmahera Tengah.
Potensi Sumber Daya alam di bidang pertambangan juga terproyeksi dan di kelola terdapat di kabupaten lain di Maluku Utara seperti PT. Aneka Tambang di Halmahera timur, Pulau Obi dan Kab halmahera Utara.
Posisi strategis Maluku Utara pada pendekatan geo strategis kedudukannya juga sangat menguntungkan karena berada pada geo perbatasan maritim dgn negara tetangga seperti Filipina berbatasan dengan Pulau Morotai dan negara kepulauan palau.
Selain itu Maluku Utara yang berbatasan dengan pulau terluar indonesia, seperti pulau Jiew tepatnya di perairan Patani Utara Halmahera Tengah.
Kedudukan dan geostrategis inilah Maluku Utara sangat di untungkan secara geo ekonomis pada jalur lintasan perdagangan yg menghubungkan pintu Asia Pasifik.
“Dengan demikian sangat penting agar dapat di lakukan pemberdayaan potensi kemaritiman secara berkelanjutan di Maluku Utara sangat penting dilakukan,” papar Ridwan.
Selain itu penguatan industri kemaritiman dan konektivitas antar pulau harus dilakukan mengingat Maluku Utara memiliki 395 pulau besar dan kecil dari jumlah itu sebanyak 64 pulau telah di huni dan 331 pulau lainya tidak di huni.
Dari penjelasan singkat di atas dapat membuktikan bahwa wilayah Maluku Utara memiliki keunggulan dan posisi tawar yang kuat secara strategis, geopolitik dan geo ekonomi.
Di samping geo pertahanan yang secara terus menerus harus di perkuat bila perlu di kembangkan pertumbuhan kawasan baru untuk kelangsungan menjaga kedaulatan pertahanan maritim yang terintegrasi dan berdampak strategis.
Keunggulan Geo Maritim Maluku Utara dapat kita lihat pada deretan potensi sumber daya seperti pertambangan, wilayah rempah-rempah di bidang pertanian, perikanan, perkebunan dan potensi wisata yang menghubungkan pulau pulau.
“Semua ini menjadi bagian penting satu kesatuan dlm pembangunan industri pangan yamg berbasis pada kedaulatan maritim untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Maluku utara,” jelasnya.
Usai sesi diskusi dan tanya jawab, peserta FGD mengeluarkan beberapa poin rekomendasi penting, salah satunya meminta Mabes TNI dan KASAL menghadirkan pangkalan utama TNI AL di Maluku Utara.
Poin pangkalan utama di Malut ini dipandang penting karena Maluku Utara selain tercatat sebagai provinsi Kepulauan, juga berada dalam gugus kemaritiman dengan negara lain.
Selain itu Pemerintah daerah Maluku utara, Pemda Kabupaten/Kota, Kesultanan Ternate, Tidore, Bacan, Jailolo serta semua stakeholder se-Maluku Utara untuk mendukung pembangun di bidang Maritim dan pangkalan utama angkatan laut di jazirah Maluku Kie Raha.(red/SMG).

















