Selama Ramadhan BPOM Baru Temukan Satu Sampel Menu Takjil Mengandung Bahan Berbahaya

TERNATE, JURNALONE.ID – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Maluku Utara, gandeng siswa pramuka lakukan kegiatan intensifikasi pengawasan pengamanan pangan dalam rangka uji sampel menu takjil di bulan ramadhan.

Landilakukan dilakukan sebagai bentuk keseriusan BPOM Maluku Utara memberikan pengawasan terhadap menu buka puasa selama ramadhan dan hadapi Idul Fitri 1444 Hijrih, sehingga masyarakat aman dari makanan yang berbahaya untuk kesehatan.

Kepala BPOM Maluku Utara Tri Wandiro menyampaikan kegiatan pada, Selasa (18/04) dilakukan di 3 titik yakni kawasan Taman Nukila, Pasar Bastiong, dan Kampung Pisang, dengan jumlah sampel yang diambil sebantak 46 sampel.

“Kita melakukan pengawasan takjil sebanyak 46 sampel dengan titik pengambilan sampel di Taman Nukila, Kampung Pisang, dan Bastiong. Dari 46 sampel tidak ditemukan mengandung bahan yang berbahaya,” kata Tri.

Tri mengatakan bahwa, kegiatan serupa dilakukan BPOM sudah berlangsung sejak awal ramadhan, dan dilakukan diberbagai titik tersebar di sejumlah daerah di wikayah Maluku Utara.

“Kalau hari ini cuma 46 sampel dan tidak ditemukan mengandung bahan berbahaya, tetapi secara keseluruhan selama bulan puasa, BPOM sudah mengambil 488 sampel di wilayah Maluku Utara kecuali Morotai, Sanan, Taliabu, dan tahun ini kita uji adalah Halsel,” kata Tri.

Lebih lanjut disampaikan Tri, dari 488 sampel yang diambil ada 1 sampel yang mengandung bahan berbahaya yaitu pewarna merah. Ini kita temukan pada sirup yang dibuat sendiri oleh pelaku usaha lokasinya ada di Halmahera Timur.

“Jadi terdapat 1 sampel yang tidak memenuhi syarat itu kalau peresentasi sebesar 0,2 persen. Alhamdulillah temuan ini menurun dibandingkan tahun kemarin kita temukan ada 2,” ujarnya.

Temuan bahan berbahaya dari pedagang tersebut, BPOM langsung lakukan pemusnahan. Selanjutnya BPOM melakukan pembinaan terhadap pemilik sampel berbahaya itu.

“Jadi kita ketahui sampel ini miliknya siapa kita langsung buat pembinaan kepada penjualnya, dan sirup itu kita langsung buang,” tutupnya.(red/DMG)