Morotai, jornalone.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kabupaten Pulau Morotai menggelar pelatihan Hiperbarik Oksigen Therapy (HBOT) yang berlangsung selama kurang lebih 5 hari terhitung sejak tanggal 15-19 maret 202I. Kegiatan tersebut dipusatkan di ruangan pelayanan penanganan hiperbarik chamber RSUD Pulau Morotai.
Dalam pelatihan itu pihak RSUD dan Dinas Kesehatan mendatangkan instruktur kusus Dokter Spesialis Kelautan yakni dr. H. Adi Riyono,SpKL yang disponsori oleh Poly Medical dan Rajawali Nusindo yang merupakan rekanan dalam pengadaan alat ini. Hal ini dibenarkan oleh Direktur RSUD Morotai dr.Novindra Humbas yang akrab disapa dr.tonny,
Ia mengatakan, jika kabupaten Pulau Morotai yang memiliki wisata alam berupa pantai dan ada juga Spot-spot diving dasar laut yang menampilkan keindahan alam dasar laut untuk bisa dijualkdan mendatangkan wisatawan. Selain wisata alam dasar laut yang indah, terdapat juga wisata sejarah perang dunia berupa pesawat tempur yang masih ada dalam laut.
Ditambahkan juga jika laut morotai mempunyai spot wisata ikan hiu dimana terdapat banyak spesies hiu yang ada di dalam laut Morotai. Beranjak dari inilah sehingga pemerintah daerah lewat Bupati Benny Laos dan Wakil Bupati Asrun Padoma menjadikan alat hiperbarik chamber ini sebagai suatu terapi kesehatan unggulan yang ada di RSUD Pulau Morotai, sehingga kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan & KB Pulau Morotai yakni dr.Julys Giscard Kroons yg dikenal dengan panggilan sehari-hari dr. Is.
Dalam sambutannya dr.Is menyampaikan jika alat hiperbarik chamber ini sudah ada dari beberapa tahun sebelumnya dan dimaksudkan untuk mendorong sektor pariwisata kusus wisata pantai dan laut yg ada di kabupaten Pulau Morotai. Karna dengan adanya alat ini maka para penyelam, Divers-divers,wisatawan akan merasa aman dan nyaman jika berwisata ke Morotai.
Selain itu alat hiperbarik chamber ini adalah alat Satu-satunya yang ada di provinsi Maluku Utara yang berada di RSUD Morotai. Kedepan dengan berfungsinya alat ini berarti penanganan hiperbarik di maluku utara pasti akan dirujuk ke Morotai. “Dan bisa juga dalam dunia pendidikan (kedokteran) yang ada di Unhair Ternate jika mahasiswanya akan belajar terkait alat ini maka pasti mereka akan belajar ke Morotai dan Adik-adik yang dilatih inilah yang nantinya akan memberikan bimbingan kepada mereka,” katanya.
Di akhir sambutannya Kadinkes Morotai menyampaikan kepada para peserta pelatihan untuk dapat mengikuti dan menyerap semua ilmu yang diberikan instruktur/pelatih agar nantinya kita mampu mengoperasionalkan alat ini dalam menunjang penanganan kesehatan untuk terapi oksigen (hiperbaric oksygen therapy).(Oje)



















