Wakil Ketua MPR-RI Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan

TERNATE, Junalone.id – Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid melakukan roadshow sosialisasi 4 pilar kebangsaan MPR RI bekerjasama dengan Dewan Koordinasi Wilayah (DKW) Garda Bangsa Provinsi Maluku Utara, juga melibatkan pelajar, mahasiswa dan sejumlah OKP yang berada di Kota Ternate, Sabtu (23/10/2021) bertempat di Royal Resto.

Sosialisasi 4 pilar kebangsaan MPR RI Wakil Gubernur Malut, Al Yasin Ali, Wakil Wali Kota Ternate, Jasri Usman, Anggota DPRD Provinsi Malut, Abdul Malik Sillia dan Ketua DPRD Kota Ternate, Muhajirin Bailussy.

Ketua DKW Garda Bangsa Malut, Mahmud Senuk dalam sambutannya mengatakan, tujuan sosialisasi 4 pilar ini untuk meningkatkan semangat dan wawasan kebangsaan. “Kita tidak lagi memahami komponen empat pilar yang dimaksud, kita cuman hanya tahu empat pilar itu UUD 1945, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Tapi dengan sosialiasi ini guna untuk melaksanakan bagaimana kita mampu mengimplementasikan terhadap di kehidupan kita sehari-hari,” ucapnya.

Selain itu, Mahmud juga menganalogikan soasilasi 4 pilar ini seperti sebuah bangunan tanpa tiang dan fondasi, maka bangunan tersebut pasti rubuh. “Kemarin saya sempat guyonan dengan teman-teman saya, yang barusan tes CPNS. Mereka sampaikan tidak lulus passing grade, padahal mereka tidak lulus wawasan kebangsaan. Mungkin hari ini dengan adanya sosisalisai empat pilar, peserta bisa memahami dan menerapkan empat pilar yang disampaikan  oleh Wakil Ketua MPR RI,” cetusnya.

Sementara, Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid mengatakan, tidak kalah penting kreatifitas dalam menyampaikan materi empat pilar, karena di zaman ini anak – anak tidak lagi diajari dengan pola lama, tetapi dengan keteladanan.

“Bagi saya empat pilar ini penting, karena tidak lagi anak-anak ini diajari dengan pola lama, tetapi dengan keteladanan. Misalnya, anak-anak muda butuh contoh dan teladan. Jadi siapa tokoh Indonesia yang diteladani, yang memiliki wawasan kebangsaan yang bagus, ini tidak cukup dijelaskan harus ada contoh,” bebernya.

Tak hanya itu,  Jazilul Fawaid mengakui, hal ini menjadi tantangan buat MPR RI, supaya ada sosok, tapi tidak mudah mencari sosok yang betul – betul menjadi atau didalam dirinya ada tertuang nilai – nilai  4 pilar tersebut,” ungkapnya.

Lanjut Jazilul, anak muda sekarang itu pikirannya lebih pragmatis, kalau diajak nilai-nilai malas. Sehingga harus diurai dalam bentuk yang praktis, yang menyenangkan kalau tidak mereka ikut tapi tidak masuk.

“Kita buka untuk mendapat masukan, tetapi modul empat pilar harus sama. Dan modul bisa dipraktekkan di tempat-tempat tertentu seperti Malut. Pasalnya, pikiran ekstrim menanggapi globalisasi harus dijelaskan, kan anak-anak kita lebih cepat mendapatkan ilmu pengetahuan daripada orang tua-tua dahulu melalui medsos dan internet, karena pengetahuan mendahului sikapnya,” pungkasnya.(red)