TERNATE — Pemerintah Kota Ternate melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelikbanda) mulai menyiapkan penyampaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) induk Tahun Anggaran 2027.
Ini disampikan Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Thamrin Marsaoly, usai pelantikan 11 OPD di aula Kantor Wali Kota Ternate, Kamis (01/10/2026).
Thamrin, mengatakan penyusunan APBD 2027 masih berjalan sesuai tahapan dan mekanisme yang telah ditetapkan. Sejumlah program dan kegiatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah disiapkan melalui rencana kerja masing-masing.
“Seluruh program dan kegiatan sudah ada, renjanya sudah disiapkan oleh teman-teman OPD, lalu tinggal menyesuaikan dengan sumber pendapatan,” ujar Thamrin.
Menurutnya, Pemkot Ternate masih menunggu kepastian Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat sebagai salah satu komponen penting dalam penyusunan struktur APBD 2027.
Ia menyebut, berdasarkan informasi terakhir yang diterima, nilai TKD diperkirakan masih berada pada kisaran yang sama. Namun, angka pastinya masih menunggu penetapan resmi dari pemerintah pusat.
Salah satu perkembangan yang dinilai dapat memberikan ruang fiskal bagi Pemkot Ternate adalah pembiayaan terkait PPPK paruh waktu.
Thamrin menyebut jumlah PPPK paruh waktu di Kota Ternate diperkirakan sekitar 3.546 orang, meski angka tersebut masih akan diverifikasi kembali.
“Untuk pembiayaan PPPK paruh waktu yang berjumlah sekitar 3.546 orang, itu sudah menjadi kewenangan dan kewajiban pemerintah pusat,” katanya.
Pemperkirakan terdapat pembiayaan sekitar Rp60 miliar lebih yang nantinya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. Kondisi itu, kata dia, berpotensi memberikan ruang penghematan bagi pemerintah daerah dalam menyusun APBD 2027.
“Artinya, kami masih punya ruang yang sedikit lebih longgar. Memang setelah dibuka belanja-belanja umum dan seterusnya nanti akan mulai tahapannya berjalan. Masih ada sisa sedikit uang, walaupun tidak seperti tahun 2026, tetapi sedikit longgar,” jelasnya.
PAD Ditargetkan Rp150–160 Miliar,
di sisi lain, Bappelikbanda Kota Ternate memperkirakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2027 masih berada pada kisaran Rp150 miliar hingga Rp160 miliar.
Thamrin mengatakan angka tersebut belum mengalami perubahan signifikan. Pemkot Ternate juga berharap capaian PAD 2026 dapat berada pada kisaran 93 hingga 95 persen dari target yang ditetapkan.
Dia bilang, pencapaian tersebut penting untuk menjaga kondisi kas daerah agar tetap sehat dan memberikan ruang bagi pemerintah dalam membiayai berbagai program prioritas.
“Kalau kebanyakan uang, maka otomatis belanja kita juga akan lebih leluasa. Beberapa program yang harus ditalangi, seperti program-program yang sangat mendasar, misalnya infrastruktur yang masih kekurangan dan seterusnya, itu bisa diatasi secara baik,” ujarnya.
Pihaknya masih menunggu kepastian terkait Dana Bagi Hasil (DBH) dan sejumlah komponen pendapatan lainnya sebelum dapat menghitung secara keseluruhan kemampuan fiskal daerah pada 2027.
Dia berharap utang Rp110 miliar dibayarkan selain mempersiapkan APBD 2027, Pemkot Ternate juga masih menghadapi kewajiban pembayaran utang daerah yang disebut mencapai sekitar Rp110 miliar.
Thamrin berharap kewajiban tersebut dapat diselesaikan dalam dua bulan terakhir tahun anggaran 2026 sehingga kondisi keuangan Pemkot Ternate tetap terjaga.
“Kami berharap utang yang masih ada sekitar Rp110 miliar itu bisa dibayarkan dalam waktu sisa dua bulan terakhir, sehingga eksistensi keuangan kami di Pemkot Ternate berjalan dengan baik,” katanya.
Setelah proses persiapan selesai, Wali Kota Ternate akan menyampaikan APBD induk 2027. Selanjutnya, masing-masing OPD akan dipanggil untuk mengikuti pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan DPRD Kota Ternate.
Thamrin berharap seluruh tahapan penyusunan APBD 2027 dapat berjalan lancar, seiring dengan harapan membaiknya kondisi keuangan negara dan pendapatan daerah.
Ia juga meminta seluruh OPD lebih selektif dalam mengusulkan program dan kegiatan untuk tahun anggaran 2027.
“Mana yang memang urgent, mana yang betul-betul harus diutamakan, itu yang diutamakan,” tegasnya. (Barak)



















