HALUT, JURNALONE.id – Manajemen PT Nusa Halmahera Minerals (PT NHM) mengaktifkan kembali aktivitas Tambang Tradisional yang dilakukan oleh sejumlah masyarakat dari Lingkar Tambang PT NHM, Kamis (16/02/2023).
Tambang Tradisional tersebut yang sempat terhenti beberapa waktu kemarin, akibat tidak profesionalnya pengurus dalam mengelola uang hasil tambang.
Telah aktifnya kembali Tambang Rakyat yang saat ini bernama Tambang Gotong Royong Gosowong (TGG) itu merupakan tindak lanjut dari pertemuan Presiden Direktur PT NHM, Bapak Haji Robert Nitiyudo dengan para penambang saat Bapak Haji Robert berkunjung ke Gosowong beberapa waktu kemarin.
Wakil Presiden Direktur PT NHM Amiruddin Hasyim mengatakan, para penambang tradisional PT NHM itu sudah mulai bekerja kembali, dan didukung oleh para Kepala Desa lingkar PT NHM dalam suatu kesepahaman berpola Bapak Asuh – Anak Asuh.
Aktivitas tambang tradisional ini diawasi oleh Koperasi dan juga tentunya oleh Tim dari PT NHM untuk memastikan seluruh aktivitas sesuai Kaidah Penambang Yang Baik, baik itu tekhik penambangan, aspek keselamatan dan kesehatan, dan terpenting adalah transparansi hasil tambang agar seluruh penambang mendapatkan haknya sebagaimana seharusnya.
” Batuan hasil penambang TGG diangkut dari lubang-lubang TGG selanjutnya diproses pengolahannya bersama bijih dari produksi penambangan PT NHM,” Jelas Amir.
” Menurut Amir, hasil penambangan bijih dari TGG setelah dikonversi ke satuan troy ounces berdasarkan analisis laboratorium terhadap kadar bijih dan tonase.
Selanjutnya dibayarkan oleh PT NHM dan hasil ini akan dibagi ke semua kelompok lubang tambang, sehingga seluruh penambang akan mendapatkan uang sebagaimana seharusnya, dan hal itu harus transparan,” tambah Wakil Presiden Direktur.
Diperbolehkannya masyarakat lingkar tambang untuk ikut menambang di wilayah kerja Kontrak Karya PT NHM merupakan inisiatif Bapak Haji Robert ketika pertama kali mengambil alih saham mayoritas PT NHM pada awal tahun 2020.
Hal itu dilakukan oleh Bapak Haji Robert sebagai solusi dari konflik berkepanjangan antara perusahaan dan masyarakat mengenai tambang rakyat. Konflik ini masih terjadi di sejumlah wilayah perusahaan tambang lain di Indonesia.
Pada awalnya aktivitas tambang tradisional ini berjalan lancar dan memberikan keuntungan yang sangat baik untuk masyarakat lingkar tambang.
Karena memang memperoleh kadar bijih yang sangat baik, sehingga mampu mensejahterahkan para keluarga penambang tradisional dan juga perekonomian masyarakat lingkar tambang.
Namun sangat disayangkan, seiring berjalannya waktu pengelolaan tambang tradisional berbentuk koperasi mengalami kendala-kendala manajerial sehingga menyebakan pengelolaannya tidak berjalan sebagaimana harusnya,” Kisah Amiruddin.
Dengan semangat baru dan nama baru dari tambang tradisional ini yaitu Tambang Gotongroyong Gosowong (TGG), diharapkan aktivitas tambangnya dan pengelolaan keuangannya menjadi profesional dan transparan,” harap Amir.
Kemudian mengharapkan ini menjadi percontohan solutif di berbagai daerah lain di Indonesia yang mengalami konflik-konflik serupa yang berkepanjangan,” tutup Amir Wakil Presiden Direktur PT NHM. (Jefry/SMG)



















