Sebulan Kandas, Kapal Intim Teratai Terancam Rusak

Kapal Motor (KM) Intim Teratai yang kandas di Perairan Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, pada Selasa (17/02) lalu hingga kini belum ditarik dan masih terombang ambing di pantai antara Desa Sabale dan Desa Talapao di Kecamatan Makian Barat.

Pantauan Media ini pada Kamis (19/03) siang saat melewati lokasi kejadian terlihat kondisi kapal masih posisi miring ke bagian kiri dan sebagian badan kapal sudah karat akibat dihantam gelombang tinggi.

Dengan kondisi begitu, warga yang melewati dilokasi kejadian mereka ramai – ramai mengambil gambar menggunakan kamera ponsel mereka untuk mengabadikan kondisi kapal Intim Teratai yang tengah kandas di pantai.

Warga setempat mengaku sudah sebulan kapal Intim Teratai kandas dan terombang ambing pasca kejadian dan air laut masuk hingga sampai ke anjungan kapal, karena dihantam cuaca buruk selama ini.

Sementara itu, Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan, dan Patroli Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate, Sugandi saat dikonfirmasi menyatakan kapal Intim Teratai akan ditarik ke Kota Ternate.

“Menunggu cuaca membaik KM Intim Teratai akan segera ditarik ke Ternate,”ujar Sugandi.

Diketahui kapal Intim Teratai yang berangkat pada Senin (16/02) malam dari Pelabuhan Kupal, Kecamatan Bacan Selatan dengan tujuan Pelabuhan Bastiong di Kota Ternate.

Namun kapal yang membawa ratusan penumpang itu kandas di Perairan Pulau Makian dan beruntung kejadian tersebut tidak ada korban jiwa hanya sebagian penumpang mengalami luka – luka saat menyelematkan diri dengan cara melompat ke laut.

Akibat kejadian itu, sebagian besar barang – barang penumpang tidak bisa diselamatkan maupun barang – barang yang berada di tempat penitipan barang.

“Saya ada kirim barang ke Ternate di kapal Intim Teratai yang isinya kue dan hp, tapi kejadiannya itu saya kehilangan barang – barang dan saya berharap pihak agen kapal bisa menggantinya,”kata Wirda salah seorang warga asal Bacan kepada media ini

Hal senada juga disampaikan Sukiman warga Bacan yang tinggal di Kota Ternate menjelaskan bahwa kapal Intim Teratai yang berangkat dari Pelabuhan Kupal tujuan Pelabuhan Bastiong itu ada termasuk istri dan menantu mereka menjadi korban, karena saat kejadian mereka panik dan melompat ke laut.

“Karena panik jadi istri saya dan mama mantu melompat ke laut, sehingga barang – barang mereka tidak sempat mereka bawa dan akibatnya mereka dilaporkan kehilangan uang tunai senilai Rp10 juta, dua handphone serta kartu kredit dan KTP maupun barang – barang penting lainnya yang berada di atas ranjang tempat tidur kapal,”katanya menambahkan.(Moko)