Ratusan Warga Rela Antri Tukar Uang Pecahan Kecil untuk Kebutuhan Lebaran

JTERNATE – Jelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijria, kebutuhan warga untuk memperoleh uang dengan nilai pecahan atau uang remeh mulai terlihat yang di gelar Bank Indonesia perwakilan Maluku Utara, sejak Senin (17/3/2025) hingga beberapa hari kedepan.

Tepatnya di alun-alun kota Ternate, di jalan Djabir Syah, ratusan warga sejak pagi sudah rela mengantri untuk dapat menukarkan uang pecahan kecil yang disediakan Bank Indonesia untuk kebutuhan ramadhan dan lebaran.

Antrean ini terjadi lantaran warga yang datang kelokasi harus lebih dulu mengantri guna melakukan pendaftaran melalui wabsite BI untuk mendapatkan nomor antrean.

Selanjutnya mereka diarahkan oleh petugas untuk melakukan penukaran pada mobil kas keliling yang terlahir terpakir di area tersebut.

Bank Indonesia pun telah menyiapakan sebanyak empat unit mobil kas keliling bagi warga untuk melakukan penukaran uang pecahan kecil untuk kebutuhan ramadhan dan lebaran dengan pengawalan ketat Polisi bersenjata di setiap mobil kas keliling tersebut.

Warga mengaku, penukaran uang saat ini berbeda degan biasanya lantaran harus mengantri dan mengisi untuk mendaftar terlebih dulu untuk memperoleh nomor antrian barulah melakukan penukaran uang sehingga terjadinya antrian.

“Kita isi data dan isi nominal yang mau ditularkar lalu kita dapatkan bukti pemesanan melalui email, kalau proses itu cepat setelah dapat nomor dan menunggu. Harapanya saat verifikasi harus ada beberapa meja biar kita tidak antri sampe lama-lama, apalagi ini bulan puasa, tamba lagi kita membawa anak kecil,” Aisyah, warga Ternate.

Sementara itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara, Dwi Putra Indrawan, mengungkapkan tahun ini Bank Indonesia menyediakan uang sebesar Rp4 triliun, untuk kebutuhan masyarakat Maluku Utara hingga Idul fitri.

“Untuk ramadhan dan Idul fitri Rp1,86 triliun itu meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya hanya sekitar Rp1,68 trliun. Jadi Maluku Utara di total sekitar Rp 4 triliun itu kita hitung estimasi tahun ini,” kata Dwi.

Lebih lanjut, untuk puncak pertukaran uang dari masyarakat akan terjadi sepekan jelang lebaran idul fitri, hal itu disebabkan karena ada pembayaran THR dan kebutuhan warga yang melakukan mudik lebaran, sehingga saat ini dari Rp1,86 triliun telah tersebar ke masyarakat senilai Rp300 milyar.

“Kalau seperempatnya Rp1,86 triliun itu khusus untuk kebutuhan ramadhan dan Idul fitri, dan sampai saat ini sudah sekitar Rp300 milyar sudah keluar dari BI. Biasanya sisa itu menjelang satu minggu jelang hari raya ada THR, ada juga mau mudik sehingga kebutuhan uang itu di minggu terakhir lebaran,” ucapnya.

Diketahui kegiatan penukaran uang yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara tersebut melalui program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (Serambi) yang juga dirangkaian dengan penjualan pangan murah.(red)