HALMAHERA TENGAH – Presiden Direktur PT IWIP Kevin He menghadiri langsung penanaman satu juta pohon Mangrove di Desa Kobe, Kecamatan Weda Tengah, bersama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangadji.
Turut hadir pada penanaman Mangrove, Pangdam XVI Pattimura Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, Ketua DPRD Maluku Utara Ikbal bari Ruray, Sekprov Malut Samsudin Abdul Kadir dan masyarakat desa.
Dihadapan Gubernur Maluku Utara dan Bupati Halmahera Tengah, Presiden direktur PT IWIP Kevin He menyampaikan,
Desa Kobe bukan hanya menjadi bagian penting dari wilayah sekitar Kawasan Industri IWIP, akan tetapi menjadi bagian dari ekosistem yang harus kita rawat bersama.
Disampaikan Kevin, penanaman Mangrove ini adalah langkah kecil, namun penuh makna, menjadi simbol bahwa pembangunan industri harus selaras dengan keberlanjutan lingkungan. Begitu juga dengan adat dan budaya yang harus tetap terjaga dan hidup di tengah-tengah kehidupan kita.
Kevin menegaskan, sebagai perusahaan yang beroperasi dalam skala besar, PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) menyadari bahwa aktivitas industri memiliki konsekuensi terhadap lingkungan sekitar.
Karena itu, sejak awal, kami menetapkan prinsip bahwa setiap langkah pertumbuhan harus diiringi dengan tanggung jawab sosial dan ekologis.
“Mangrove memiliki fungsi yang sangat penting baik dari sisi ekologis maupun sosial-ekonomi. Akar- akarnya menahan abrasi, dedaunannya menyerap karbon dioksida, dan kawasan hutan mangrove adalah tempat berlindung bagi berbagai jenis ikan, udang, dan burung. Lebih dari itu, mangrove juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari laut,” ucap Kevin.
Lebih lanjut, kegiatan penanaman mangrove di Desa Kobe hari ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah komitmen jangka panjang kami untuk berkontribusi dalam rehabilitasi lingkungan pesisir, sekaligus mendukung program nasional pengurangan emisi dan penguatan ketahanan wilayah terhadap perubahan iklim.
“Kami yakin bahwa industri yang kuat adalah industri yang peduli-bukan hanya pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitarnya,” ujarnya.
Kevin menatakan, PT IWIP sangat mengapresiasi dukungan dari pemerintah daerah, para tokoh masyarakat, serta warga Desa Kobe yang telah menyambut baik berbagai inisiatif kolaboratif antara IWIP dan masyarakat. Kami percaya bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas satu pihak saja. Ini adalah kerja kolektif. Dan hari ini, kita telah menjadi bagian dari solusi.
Kedepannya, IWIP berkomitmen untuk terus melakukan program-program pelestarian lingkungan lainnya, seperti konservasi mangrove lanjutan, transplantasi terumbu karang serta pelibatan masyarakat dalam kegiatan lingkungan hidup yang bersifat edukatif dan produktif serta bernilai ekonomi.
“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi awal dari gerakan yang lebih luas dan berkelanjutan. Sebuah gerakan yang menanam bukan hanya pohon, tetapi juga harapan—harapan untuk lingkungan yang lebih lestari, ekonomi yang lebih inklusif, dan masyarakat yang semakin berdaya,” tutupnya.(red)














