TERNATE, JURNALONE.id – Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, bukan di kenal hanya dengan sejarah dan budaya saja, namun kekayaan alam hasil rempah-rempat menjadi incaran bangsa eropa kala itu, salah satunya adalah rempah-rempah buah pala.
Buah pala biasanya para petani hanya menjual biji jika setiap panen tiba, daging dari buah pala dibuang begitu saja oleh petani. Namun kini daging buah pala sudah banyak dijadi produk unggulan khas Ternate Maluku Utara, yang dimanfaatkan banya masyarakat sebagai sumber ekonomi mereka.
Salah satunya adalah yang dimanfaatkan ibu rumah tangga Siti Sulastri pelaku UMKM Fala Tanawan, yang beralamat di Kelurahan Maliaro, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate.
Siti Sulastri memanfaatkan daging buah pala menjadi minuman produk unggulan UMKM sebagai minuman khas Maluku Utara, dan bisa meraut keuntungan puluhan juta rupiah.
Untuk cara pegolahanya, Siti mengaku, Ia berasama dua karyawanya membeli buagan daging pala dari petani, kemudian buah pala dikupas, dicuci berkali-kali agar bernar-benar bersih.
Selanjutnya dicincang-cincang lalu dimasukan kedalam panci yang tersedia air sesuai ukuran lalu dimasak hingga mendidi.
Setelah menunggu selama 30 menit, daging buah pala diangkat dan dibuang, air yang sudah mendidi lalu ditambah, buah biji pala muda agar aroma tetap terjaga. Untuk memberikan rasa manis dan tahan lama, ditambah pewarna dan pengawet makan agar sari buah pala yang dihasilkan terasa manis dan besa bertahan lama.
Setalah diangkat dari panci, proses selanjutnya diasaring lala didinginkan. Kemudian diisi didalam botol kemas yang sudah siap selanjutnya diberi lebel sesuai produk UMKM miliknya.
“ Seiring waktu milihat banyak kekayan alam rempah-repah seperti buah pala dibuang sehingga saya membuat inovasi. Awalnya saya buat the pala yang langsung diminum, kemudian kami menguba the pala menjadi minuman sari buah pala dan alhamdulillah sampai sekarang sudah terkenal menjadi minuman khas Maluku Utara,” kata Siti BTV, Minggu (20/11/2022).
Hasil olahan minuman buah pala kemudian dipajang di rumahnya untuk dijula dan juga dipasarkan ke sejumlah swalayan di kota Ternate. Selain itu penjualan juga dilakukan secara online.
“ Awalnya saya lakukan penjualan secara langsung, kemudian kita pasarkan di Tara Noate pusat oleh-oleh di Ternate dan swalayan. Kita juga pasarkan melalui online, pertama saya melulai jualan online pada 2015-2016,” unckapnya.
Siti Sulastri mengaku, minuman sari buah pala sangat diminta masyarakat, karena banyanya Ia menerima pesanan dari pembali, apalagi pada momentum idul fitri. Tahanya permintaan lokal, namun pesanan juga datang dari luar Maluku Utara yang cukup tinggi sehingga Ia mampu meraut omset mencapai Rp80 juta rupiah per bulanya.
“ Alhamdulillah peminatnya banyak sekali apalagi orgeran lokal apalagi di hari raya orderanya meningkat sekali. Dan kita juga ikuti pameran-pameran dan pemintanya banyak sering kita mengirim keluar daerah Maluku Utara. alhamdulillah kalu untuk minuman sari pala sendiri biasa RP 20 juta, ada juga dari olahan lainya rata-rata omsetnya sampai Rp 80 juta rupiah perbulanya,” ujarnya.(red/SMG)



















