TERNATE – Puluhan Mak-mak yang merupakan pedagang di pasar Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, terlibat ricuh dengan petugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) kota Ternate, hendak melakukan penertiban di pasar tersebut, Selasa (27/02/2024).
Dari video amatir, memperlihatkan petugas Disprindag dihujani lemparan dari para pedagang dengan menggunakan barang dagangan mereka yang mayoritas adalah penjual pisang di pasar itu.
Aksi mak-mak itu dilakukan lantara mereka merasa kesal dengan petugas yang akan menertibkan dagangan mereka yang dinilai dilakukan secara sepihak.
Akibat aksi itu, jalan raya di pasar Gamalama tersebut dipenuhi dengan buah pisang dan terong yang telah dilemparkan oleh pedagang, bahkan separu pedagang terpaksa menghamburkan dagangan mereka ke jalan raya karena kesal.
Kendaraan yang melitas di kawasan itu sempat terhenti akibat aksi dari mak-mak tersebut.
Meski mereka sudah diselimuti kekecewaan, tidak ditanggapi secara berlebihan oleh petugas Disprindag yang hendak melakukan penertiban sehingga aksi tidak melus dan tidak terjadi kontak visik dengan pedagang.
“Saya tidak terima dengan penertiban ini, karena pedagang diseblanya tidak digurus hanya kita yang digusur. Harusnya kalau disuru masuk ya harus semua janga biarkan mereka lalu kita disuru masuk, kita juga bayar retribusi RP 30 000 per hari ditambah karcis Rp 5000, dan Rp 2000 rupiah,” kesal, Hairiyah, salah satu pedagang.
Meski mendapat perlawan dari para pedagang, petugas Disprindag tetap melangsungkan penertiban para pedagang yang berjualan di bahu jalan dan trotowar yang berada di depan pasar itu.
Kabid Pengendalian dan Pengawasan, Disprindag Kota Ternate, Irsan Akil, menyampaikan, meski mendapat perlawan namun mereka tidak harus menggapi secara berlebihan guna menghindari kontak visik dengan pedagang.
Setelah meredah, petugas Disprindag terus melakukan penertiban, karena para pedagang mereka berjaualan tidak pada tempatnya sehingga mengganggu aktifitas pejalan kaki dan arus lalulintas.
“Pada prinsipnya hari ini kita bersikan semua karena mereka ada tempat di dalam, kalau kita tertibkan lalu tidak ada tempat di dalam itu salah. Kita juga sudah menyurat kepada para pedagang untuk mereka masuk, namun tidak diindahkan sehingga kita hari ini melakukan penertiban,” kata Irsan, kepada BTV.
Dia juga menegaskan, setelah berhasil menertibkan semua pedagang yang berjualan di bahu jalan dan trotoar, sejumlah petugas bakal ditempatkan di lokasi itu guna mengantisipasti para pedagang yang membandel untuk kembali berjualan di tempat tersebut.
“Jadi sampe sore kita tetap bersihkan tidak ada lagi berjualan pisang dibahu jalan dan trotoar. Setelah ini tetap ada pengawasan agar kita bisa kontrol jadi diluar sini tidak ada lagi berjualan, jangan sampe bulan ramadhan arus kemacetan bisa terjadi di kawasan ini. Apalagi kawasan ini diperuntukan untuk parkiran mobil dan bongkar muat,” tegasnya.(red/SMG)















