Buka Musada Golkar, Bahlil Lahadalia Tekankan Dukungan Program Presiden dan Wapres Untuk Masyarakat

TERNATE – Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Bahlil Lahadalia membuka Musyawarah Ke-VI Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Maluku Utara, Minggu (13/4/2026).

Kehadiran Menteri ESDM bersama jajaran DPP disambut ratusan pengurus partai yang menanti dirinya  di lokasi acara musyawarah, di Gamalama Bale Room, Bela Hotel Ternate.

Turut hadir juga Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangadji, Bupati Halmahera Timur Ubaid Yakub, Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua, Bupati Pulau Morotai Rusli Sibua, juga Mewakili Walikota Ternate Rizal Marsaoly, dan juga Bupati Halmahera Barat James Uang.

Dikesemapatan itu, selaku Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia menyampaikan komitmenya dalam mendukung program Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk membangun Indonesia yang maju.

Untuk itu Bahlil memita seluruh kader parati apalagi kepala daerah mulai dari tingkat provini hingga kabupaten dan kota harus mengawal dan mendukung program Presiden dan Wakil Presiden yang pro rakyat hingga ke daerah masing-masing.

Dia memita kepala daerah dan anggota legislatif Partai Golkar agar membuka komunikasi antara lembaga, karena Partai Golkar merupakan Partai yang terbuka untuk semua. Partai Golkar harus lebih kuat dan makin maju kedepan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Semua kita harus saling berkomunikasi, saya dengan Presiden itu tidak ada yang susah, karena itu sebagai Ketua Umum mempunyai agenda besar pertama mendukung Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabumingraka, kita harus dukung dan kawal progam-progam yang pro rakyat,” ungkap Bahlil.

Dikesempatan itu juga, Ketua Umum Partai Golkar juga Menteri ESDM menekankan bahwa, Partai Golkar berkomitmen dengan kepentingan masyarakat yang menjadi program Presiden dan Wakil Presiden.

Salah satu bentuk nyata adalah Pemerintah tidak menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang saat ini menjadi wacana semua negara akibat dampak konflik timur tengah. Namun untuk Indonesia tidak akan berdampak pada kenaikan BBM.

Dia memita kepada masyarakat tidak teratur dengan informasih yang tidak pasti terkait adanya kenaikan BBM, pemeritah komitmen dan memaksimalkan kebijakan untuk kepentingan masyarakat.

“Kami memutuskan tidak akan menaikan Harga BBM sampai 1 tahun jadi jangan terprovokasi dengan isu macam-macam. Ada pakar-pakar yang terlalu pintar yang menyatakan bahwa pemeritah tidak menaikan BBM itu kebijakan yang salah, nanti kalau kita naikan itu juga kebijakan yang saja juga,” kata Bahlil.(red)