TERNATE – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Baabullah Ternate, Maluku Utara menyebut jika cuaca buruk ini masih berpotensi terjadi di wilayah Malut.
Hal itu seperti disampaikan langsung dari Petugas Prakiraan Cuaca BMKG Kelas I Sultan Baabullah Ternate, Nina Albaar yang ditemui pada Rabu (07/01) malam.
Nina menjelaskan, untuk potensi hujan pada Kamis (08/01) besok mulai normal, tetapi untuk tanggal 11 Januari mendatang masih perkirakan terjadi curah hujan yang disertai angin kencang.
“Untuk cuaca ekstrim ini kemungkinan hari ini Insya Allah sudah berakhir, karena kita melihat permodelan angin memulai memecah perkumpulan awan tersebut dan dikarenakan adanya seruhkan masa udara yang panas, untuk mengurangi penguraian perkumpulan awan,”ungkap Mala sapaan Nina Albaar.
Sementara untuk tanggal 11 Januari mendatang, lanjut Nina, cuaca buruk tersebut masih berpotensi terjadi, karena adanya belokkan angin diatas Maluku Utara ini.
“Nanti kita lihat tanggal 11 nanti, karena cuacanya hampir sama dengan cuaca ekstrim tiga hari kemarin,”ujarnya.
Nina Albaar mengatakan, daerah – daerah yang paling berpotensi terdampak adalah Kabupaten Pulau Taliabu, Kepulauan Sula dan Kabupaten Halmahera Selatan.
“Potensi terdampak lebih dahulu di wilayah Selatan, dengan menuju arah Utara, karena memang belokkan anginnya berada di Selatan,”kata Nina
Selain curah hujan, sambung dia, potensi pula terjadi tinggi gelombang yang mencapai 2,5 meter di perairan Malut selama tiga hari kedepan.
Oleh karena itu, masyarakat di sepuluh kabupaten/kota di Malut diimbau untuk tetap waspada, terutama saat bepergian menggunakan transportasi laut maupun para nelayan saat melaut mencari ikan, agar tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca.
“Terus mengikuti perkembangan informasi cuaca dengan mengecek akun resmi BMKG serta mengikuti arahan langsung dari Pemerintah Daerah maupun petugas terkait lain,”katanya menambahkan. (Moko)














