Stabilkan Harga Sembako, Pemkot Ternate Tidaklanjut Arahan Gubernur Malut

Sekertaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly

TERNATE – Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, Maluku Utara menyampaikan siap akan menindaklanjuti arahan dari Gubernur Malut, Sherly Tjoanda Laos yang meminta Pemkot setempat segera turun ke pasar untuk mengatasi keluhan warga perihal naiknya harga sembilan bahan pokok (Sembako) di pasaran.

“Memang benar untuk harga sembako sudah naik itu sejak kunjungan kerja bapak Wakil Presiden RI di Ternate beberapa waktu lalu dan menemukan harga sembako naik, saat mengunjungu beberapa pasar, harga naik yang ditemukan itu seperti minyak goreng dan beras,”kata Sekertaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly saat ditemui di kawasan Benteng Oranje Ternate pada Senin (24/11) usai mendampingi Gubernur Malut, saat menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) Kesra kepada warga penerima manfaat.

Dia menjelaskan, atas temuan dari Wakil Presiden beberapa waktu lalu, kemudian memerintahkan Dinas terkait untuk memastikan kondisi itu dilapangan.

“Sudah didapatkan, sehingga kami akan melakukan langkah – langkah strategis untuk bisa menyelesaikan persoalan ini dan kata kuncinya jika mengecek ke lapangan itu sangat penting kami lakukan sembari melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk BPS,”ujar Rizal Marsaoly.

https://www.jurnalone.id/edukasi-kebencanaan-dan-phbs-jadi-upaya-nhm-peduli-dukung-komunitas-sehat-tangguh/

Sebelumnya, Gubernur Malut, Sherly Tjoanda Laos saat membuka acara penyaluran BLTS Kesra kepada warga penerima manfaat di Kota Ternate di Kawasan Benteng Oranje, Kelurahan Gamalama langsung mendapatkan keluhan dari warga saat membuka diskusi tanya jawab terkait pemanfaatan bantuan dari Pemerintah Pusat BLTS Kesra yang disalurkan Rp900ribu untuk tiga bulan dari Oktober hingga sampai bulan Desember 2025 mendatang.

Uang ini nanti dimanfaatkan untuk apa setelah terima disini? tanya Gubernur kepada warga, dengan respon warga yang hadir dengan suara tegas mau belanja sembako ibu Gubernur, terutama beras, karena harga beras di pasar untuk ukuran 10 kilo gram sekarang harganya sudah naik menjadi Rp170ribu padahal sebelumnya hanya Rp145ribu, selain beras harga gula juga naik, dari Rp20ribu menjadi Rp22ribu ibu Gubernur.

Atas keluhan warga itu, kemudian Gubernur Malut meminta Pemkot Ternate melalui Sekda Kota, untuk segera turun ke pasar dan melakukan langkah – langkah, sehingga harga tersebut bisa ditekan.

“Kenapa saya perintahkan, karena data dari Kementerian Dalam Negeri jika Provinsi Maluku Utara tidak mengalami inflasi,”tegas Sherly Tjoanda Laos. (2572)