Hankam Radjilun Dorong Potensi Daerah, Minta Kesepakatan Investasi APINDO Tak Berhenti di Atas Kertas

TERNATE — Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Halmahera Selatan (Halsel), M. Hankam Radjilun, mendorong pengembangan potensi ekonomi daerah melalui sektor-sektor unggulan agar tidak hanya bergantung pada pertambangan.

Hal tersebut disampaikan Hankam saat diwawancarai awak media di Muara di sela-sela pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) III APINDO Maluku Utara, berlangsung di Muara Hotel, Ternate, Minggu (25/10/2026).

Menurutnya, pengembangan potensi daerah secara optimal dapat menjadi salah satu langkah strategis untuk mendorong peningkatan ekonomi dan memperluas sektor pembangunan di Maluku Utara, khususnya Halmahera Selatan.

Ia menilai, momentum Musprov APINDO kali ini perlu dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi bisnis, membuka peluang investasi, serta membangun kolaborasi antara pengusaha daerah, investor dari Jakarta, dan pemerintah.

https://www.jurnalone.id/apindo-malut-buka-jalan-kolaborasi-pengusaha-lokal-dibidik-jadi-mitra-investor-nasional/

“Harapan saya, ketika musyawarah ini dilaksanakan, kemudian ada dialog dan nota kesepahaman atau MoU, semuanya jangan sekadar di atas kertas. Harus jelas dan segera diimplementasikan,” tegasnya.

Hankam menekankan, setiap kesepakatan yang dihasilkan dalam forum tersebut harus memiliki arah pelaksanaan yang konkret. Dengan begitu, hasil musyawarah tidak berhenti pada pembicaraan, tetapi dapat diwujudkan menjadi program aksi yang memberikan manfaat nyata bagi perekonomian daerah.

Ia juga mengungkapkan, rencana kerja sama investasi yang dibahas dalam forum tersebut masih perlu diperjelas. Karena itu, pertemuan lanjutan bersama dinas terkait dan para investor dari Jakarta diharapkan mampu merumuskan langkah-langkah strategis yang lebih terarah.

Menurutnya, implementasi setiap rencana harus dilakukan secara transparan dan melibatkan seluruh pihak terkait, termasuk para pemangku kepentingan di daerah, agar prosesnya dapat dipantau bersama.

“Harus diaplikasikan secara transparan dan melibatkan semua pihak. Jangan sampai hanya menjadi wacana,” ujarnya.

Hankam menyebut, upaya mendorong investasi dan peningkatan ekonomi daerah sebenarnya telah lama disuarakan. Bahkan, konsultasi dengan pemerintah hingga Kementerian Investasi telah dilakukan, namun berbagai gagasan tersebut belum sepenuhnya terealisasi melalui kegiatan yang konkret.

Karena itu, Dirinya memandang Musprov III APINDO Maluku Utara sebagai momentum penting untuk kembali menggerakkan gagasan tersebut melalui konsultasi bisnis dan penjajakan investasi, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Ia berharap, pertemuan antara pengusaha, investor, dan pemerintah dapat menghasilkan program yang terukur, memiliki kejelasan pelaksanaan, serta mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

“Ini menjadi momentum penting untuk mendorong peningkatan ekonomi daerah. Kita berharap ke depan ada langkah nyata sehingga potensi yang dimiliki daerah bisa dikembangkan dan memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi,” tutup Hankam. (Barak)