TERNATE — Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Maluku Utara bersama Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyiapkan pembentukan satuan tugas (Satgas) bersama untuk menindaklanjuti berbagai peluang investasi di daerah.
Langkah ini dilakukan setelah sekitar 16 hingga 17 investor berskala besar dari pemerintah pusat dan kalangan pengusaha nasional datang ke Maluku Utara, pada kegiatan Musyawarah III Provinsi Apindo Maluku Utara di Muara Hotel Ternate, Minggu (25/10/2026).
Ketua DPP APINDO Maluku Utara, Ir. Gajali Abd Mutalib, mengatakan kedatangan para investor tersebut merupakan tindak lanjut dari Forum Bisnis Maluku Utara yang digelar di Jakarta bersama Gubernur Maluku Utara pada 16 September 2026. Seteleh Terpilih Kembali Sebagai Ketua DPP Apindo Provinsi Maluku Utara.
Menurut Gajali, pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk merealisasikan berbagai peluang kerja sama yang sebelumnya telah dibahas, khususnya pada sektor kelautan dan perikanan, infrastruktur, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Ini adalah tindak lanjut dari Forum Bisnis Maluku Utara di Jakarta bersama Ibu Gubernur pada 16 September kemarin. Mereka datang ke sini untuk menjawab dan menindaklanjuti apa yang telah dibahas dalam forum tersebut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam pertemuan bersama para investor, sejumlah peluang telah dibahas dan mulai menemukan titik temu. Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah kelautan dan perikanan, yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui kolaborasi antara pengusaha daerah dan pengusaha nasional.
Selain itu, sektor infrastruktur turut menjadi bagian dari pembahasan guna mendorong peningkatan aktivitas ekonomi dan memperkuat iklim investasi di Maluku Utara.

APINDO Dorong Solusi Konkret bagi UMKM
Gajadi juga menyoroti tantangan yang dihadapi pelaku UMKM lokal, terutama terkait daya saing produk dan biaya pengemasan. Menurutnya, diperlukan solusi konkret agar produk UMKM Maluku Utara mampu bersaing dengan produk dari daerah lain.
Salah satu alternatif yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah pengiriman produk ke Surabaya untuk menjalani proses pengemasan sebelum dipasarkan lebih luas. Gagasan tersebut menjadi salah satu opsi yang perlu dikaji lebih lanjut agar pelaku UMKM dapat meningkatkan kualitas dan daya saing produknya.
“Banyak hal yang tadi sudah kita temukan bersama. Prinsipnya, ini didukung oleh Ibu Gubernur, kemudian kita akan membentuk Satgas bersama,” kata Gajali.
Ia menegaskan, pembentukan Satgas tidak sekadar menjadi wadah diskusi, tetapi diharapkan mampu memastikan setiap kesepakatan memiliki tindak lanjut yang jelas. Satgas tersebut direncanakan melibatkan pemerintah daerah, pengurus APINDO Provinsi Maluku Utara, serta unsur pengurus APINDO tingkat nasional.
Gajali menjelaskan, Satgas bersama itu nantinya bertugas mempertemukan kepentingan para pihak sekaligus mencari jalan keluar atas berbagai persoalan yang telah dibahas.Salah satu sasaran utamanya adalah membuka ruang kerja sama yang lebih luas antara pengusaha lokal dan pengusaha nasional, dengan dukungan pemerintah daerah.
Menurutnya, kolaborasi tersebut penting agar pelaku usaha di Maluku Utara tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan investasi, tetapi juga dapat terlibat langsung dalam rantai usaha dan memperoleh manfaat ekonomi.
Di sektor kelautan dan perikanan, misalnya, terdapat pembahasan mengenai peningkatan kualitas bibit, proses produksi, hingga teknik pemeliharaan untuk menghasilkan produk yang lebih baik.
Gajali menyebutkan, para ahli dari kalangan pengusaha nasional telah menawarkan dukungan berupa pelatihan dan pendidikan dasar bagi pelaku usaha, sehingga kualitas bibit, proses pengelolaan, dan hasil produksi dapat ditingkatkan.
Ia juga menyampaikan bahwa para pihak berencana menindaklanjuti pembahasan tersebut melalui kunjungan ke Pulau Morotai dalam waktu dekat.
Menunggu Implementasi di Lapangan
Pembentukan Satgas bersama menjadi salah satu langkah yang diharapkan dapat mempercepat realisasi peluang investasi di Maluku Utara.
Melalui koordinasi pemerintah dan dunia usaha, berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha daerah diharapkan dapat dicarikan solusi secara terarah.
APINDO Maluku Utara berharap pertemuan dengan para investor tersebut tidak berhenti pada pembahasan, melainkan berlanjut menjadi program kerja sama yang nyata, membuka peluang usaha, meningkatkan kapasitas UMKM, dan memperkuat keterlibatan pengusaha lokal dalam pembangunan ekonomi daerah.
“Dengan potensi kelautan, perikanan, infrastruktur, dan UMKM yang dimiliki, Maluku Utara diharapkan mampu memperkuat daya saing daerah sekaligus menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” harapnya. (Barak)















