Bupati Piet Lantik Pengurus Asosiasi Petani  Halmahera Utara 

HALUT – Bupati Kabupaten Halmahera Utara, Piet Hein Babua lantik pengurus Asosiasi Petani Kabupaten Halmahera Utara Periode 2026-2030. Pelantikan berlangsung di gedung pertemuan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Halmahera Utara, Rabu (23)9/2026).

Pelantikan juga turut dihadiri Kapolres Halut AKBP Elrichson Pasaribu, Asisten II Setda Halut Bidang Administrasi umum Drs Wenas Rompis. Kepala Dinas Pertanian Piet Hein Anthony, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Rusdi Dano Bayan, Kepala Dinas DLH Yudihart Noya.

Pelantikan diawali dengan pembacaan surat keputusan oleh Ketua Asosiasi Petani Kabupaten Halmahera Utara Alnahyan Abdullah dan Pembacaan Surat Keputusan Asosiasi Petani Kabupaten Halmahera Utara Nomor 001/SK/AP- Halut/IX/2026.

Bupati dalam sambutannya, upaya pemeritah dalam mendorong ekonomi khususnya sektor pertanian telah memasuki babak baru.

Selama ini Halmahera Utara dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi besar di bidang pertanian, namun harus mengakui bahwa dalam perjalanan pembangunan pertanian masih terdapat berbagai hal yang perlu dibenahi.

“Khususnya dalam hal koordinasi, pendataan, perencanaan, distribusi bantuan, serta keterlibatan masyarakat petani dalam menentukan program yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka,” ungkap Bupati.

Bupati menyambut baik terbentuknya Asosiasi Petani Halmahera Utara, tapi organisasi ini jangan hanya dipandang sebagai sebuah wadah formal saja.
Tetapi harus menjadi ruang bersama untuk membangun komunikasi, mempererat silaturahmi, menyampaikan aspirasi, serta merumuskan kebutuhan dan prioritas para petani.

Bupati mengharapkan,
asosiasi ini dapat menjadi jembatan antara masyarakat petani dengan Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Pertanian.

“Sehingga setiap program pembangunan pertanian dapat direncanakan secara lebih baik, terarah, dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” harap Bupati.

Menurut Bupati, masih ditemukan adanya program yang belum tersentuh ke masyarakat khusus petani. Terkadanh pemerintah kurang dengar suara petani sehingga bantuan atau program tidak sesuai dengan kebutuhan dilapangan, kedepan hal seperti ini kita harus perbaiki.

“Bantuan pemerintah harus melalui pendataan dan seleksi yang baik dan benar, agar bantuan tersebut memenuhi persyaratan dan jangan tidak tepat sasaran,” bilang Bupati.

Bupati juga menegaskan, Kepala Dinas Pertanian serta seluruh jajaran dan para penyuluh di lapangan, tingkatkan koordinasi dengan Pemda dan organisasi petani, dan dengarkan apa yang menjadi keluhan.

“Bagi penyuluh pertanian tetap tingkatkan sinergitas dengan Pemda serta masyarakat. Pembangunan pertanian bukan hanya berbicara mengenai produksi, tapi bicara juga nilai tambah dan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Salah satu yang di dorong Pemda, hilirisasi kelapa, yang saat ini masih banyak pihak atau organisasi berpandangan yang berbeda.
Namun Bupati menegaskan, hilirisasi kelapa merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk memberikan nilai tambah terhadap komoditas kelapa yang dihasilkan oleh masyarakat.

“Konsep hilirisasi kelapa juga dapat perhatian dari berbagai pihak dan Bupati sendiri pernah diberikan kesempatan sampaikan konsep Hilirisasi kelapa dalam sebuah forum resmi,” ucap Bupati.

Pembentukan Asosiasi Petani ini tentu memiliki dasar dan alasan yang kuat, karna organisasi ini hadir untuk perjuangkan kepentingan petani secara konstruktif.

“Dipundak saudara terdapat ribuan harapan dari masyarakat petani di Halmahera Utara, maka organisasi ini bawalah kepada tujuan yang mulia. Mari kita bersama-sama membangun pertanian Kabupaten Halmahera Utara yang lebih maju, produktif, mandiri, dan mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” tambanya.

“Selamat bekerja kepada seluruh pengurus Asosiasi Petani Kabupaten Halmahera Utara, Semoga organisasi ini terus eksis, terus bertumbuh, dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi ribuan masyarakat petani di Kabupaten Halmahera Utara,” tutup Bupati. (Jefry)