Muhammad Sinen: Pemerintah Harus Hadir Petani Tak Boleh Berjalan Sendiri

TERNATE — Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah dalam memastikan kebutuhan petani, terutama terkait ketersediaan pupuk dan dukungan terhadap sektor pertanian.

Hal itu disampaikan Muhammad Sinen saat menghadiri Musyawarah Daerah dan Pelantikan Pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Maluku Utara, di Bela Hotel, Senin (21/ 06/ 2026 ).

Wali Kota Tidore itu mengatakan, pemerintah akan terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Pangan untuk memastikan kebutuhan petani, termasuk ketersediaan pupuk, dapat terpenuhi.

“Ke depan nanti akan disiapkan semua. Apalagi sekarang saya sudah diberikan kepercayaan menjadi Ketua Tani Tidore, ini pasti akan setiap saat saya terus koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Pangan untuk persediaan yang menjadi kebutuhan petani,” ujarnya.

Menurutnya, petani tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri. Pemerintah harus hadir memberikan perhatian, pengawasan, semangat, serta motivasi agar sektor pertanian dapat terus berkembang.

“Petani itu tidak boleh lepas begitu saja, tetapi harus ada kontrol dari pihak pemerintah. Semua itu tergantung pemerintah. Kalau pemerintah hadir, petani pasti akan hidup. Kalau dibiarkan petani berjalan sendiri, sampai kapan pun tidak akan hidup,” tegasnya.

Selain persoalan pertanian, Muhammad Sinen juga mengimbau masyarakat Kota Tidore Kepulauan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, khususnya di tengah kondisi musim kemarau yang panjang.

Ia mengatakan, imbauan terkait larangan pembakaran lahan telah disampaikan kepada masyarakat melalui berbagai saluran informasi pemerintah. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan karena kondisi lahan yang kering sangat mudah memicu kebakaran.

“Dengan musim kemarau yang panjang ini, kita harus hati-hati. Bukan cuma membakar, sisa rokok atau puntung rokok juga harus diperhatikan. Jangan dibuang sembarangan di tempat yang kering karena bisa memicu kebakaran,” katanya.

Muhammad Sinen mengajak seluruh masyarakat Tidore Kepulauan untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Ia menyebut, wilayah daratan Oba memiliki kawasan lahan yang sangat luas, mencakup Oba, Oba Tengah, hingga Oba Selatan.

“Lahan di Kota Tidore Kepulauan ini bukan hanya berapa hektare, tetapi ribuan hektare yang ada di wilayah Oba, Oba Tengah, dan Oba Selatan. Itu sangat banyak,” pungkasnya. (Barak)