TERNATE – PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dan Universitas Khairun (Unkhair) Ternate resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sebagai langkah strategis dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Maluku Utara di tengah pesatnya pertumbuhan industri nikel.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Rektor Universitas Khairun, Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, SE., MM, dan Manajer Hubungan Eksternal PT IWIP, Lukman Hakim, di Ruang Senat Universitas, Kampus II Unkhair, Ternate, Senin (15/6/2026).
Kesepahaman ini menjadi landasan kerja sama antara dunia pendidikan dan industri dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, berdaya saing, serta mampu menjawab kebutuhan sektor industri yang terus berkembang di Maluku Utara.
Rektor Universitas Khairun, Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri merupakan langkah yang sangat strategis.
“Nota kesepahaman ini memiliki makna yang strategis. Sebagai universitas terbesar di Maluku Utara, Unkhair juga memiliki tanggung jawab terhadap perkembangan daerah. Ini adalah ikhtiar bersama untuk menyiapkan masa depan Maluku Utara yang lebih maju,” ucap Abdullah.
Sementara itu, Manajer Hubungan Eksternal PT IWIP, Lukman Hakim, mengatakan bahwa keberhasilan pembangunan industri tidak hanya diukur dari pertumbuhan investasi dan produksi, tetapi juga dari kontribusinya terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat serta pengembangan sumber daya manusia di daerah.
“Kami percaya bahwa perguruan tinggi memiliki peran yang sangat penting dalam menyiapkan generasi masa depan yang unggul, inovatif, dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan. Oleh karena itu, sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan,” kata Lukman.
Kemitraan ini adalah tindak lanjut dari berbagai kerja sama yang sudah dilakukan. Sebelumnya, IWIP telah memberikan bantuan peralatan laboratorium kepada Fakultas Kedokteran dan Fakultas Teknik Unkhair, serta menghibahkan ratusan spesimen tumbuhan dan hewan untuk kebutuhan pembelajaran di Fakultas Pertanian Unkhair.
Melalui nota kesepahaman ini, kedua pihak akan menjajaki berbagai bentuk kerja sama, antara lain pengembangan pendidikan, penelitian, pelatihan, program magang mahasiswa, pengembangan kompetensi tenaga kerja, serta kegiatan lain yang memberikan manfaat bagi dunia akademik dan industri.
Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi salah satu kontribusi nyata dalam mempersiapkan SDM unggul yang mampu mendukung transformasi ekonomi Maluku Utara sebagai salah satu pusat hilirisasi industri berbasis sumber daya alam di Indonesia.(red/rls)



















