LABUHA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan dan peningkatan produktivitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal di Kabupaten Halmahera Selatan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan, di antaranya Sertifikasi Halal Gratis melalui program Gerakan Masyarakat Sadar Halal (GEMA SEHATI) serta program SERUMBI (Seleksi dan Kurasi Wirausaha Unggulan Bank Indonesia).
Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara, Handi Susila, melalui keterangan tertulis yang diterima media pada, Kamis (11/6/2026), saat menghadiri rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Halmahera Selatan.
Menurut Handi, dukungan terhadap UMKM sejalan dengan capaian ekonomi Kabupaten Halmahera Selatan yang menunjukkan pertumbuhan sangat signifikan. Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi daerah tersebut mencapai 37,33 persen, jauh melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional maupun Provinsi Maluku Utara.
“Pertumbuhan ini menjadi modal penting untuk terus memperkuat sektor riil, khususnya UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Selain penguatan UMKM, Bank Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan juga merancang pengembangan ekonomi syariah melalui usulan Halmahera Selatan sebagai Kota Wakaf. Upaya tersebut akan dipadukan dengan pengembangan sektor agromaritim berbasis potensi kewilayahan.
Sementara itu, Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmi Umar Muchsin, yang membuka secara resmi rangkaian kegiatan HUT ke-23, menyampaikan bahwa dalam usia 23 tahun, Kabupaten Halmahera Selatan telah menunjukkan kemajuan di berbagai sektor strategis.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, hingga pertumbuhan ekonomi daerah menjadi indikator positif perkembangan “Bumi Saruma”.
Meski demikian, Helmi mengingatkan masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi bersama, seperti peningkatan konektivitas antarwilayah kepulauan serta penguatan daya saing daerah.
“Kita tidak boleh lelah dan tidak boleh terpecah dalam semangat membangun Halmahera Selatan,” tegas Helmi dalam sambutannya.
Senada dengan itu, Sekretaris Daerah Halmahera Selatan, Abdillah Kamarullah, berharap perayaan HUT tahun ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi momentum untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan secara resmi membuka rangkaian perayaan HUT ke-23 dengan mengusung tema “Sinergi Membangun Negeri, Lestarikan Budaya, Tingkatkan Pelayanan.”
Pembukaan yang berlangsung pada 9 Juni 2026 di Lapangan UMKM Milenial, Desa Tembal, Kecamatan Bacan Selatan, menjadi simbol kuat kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam mendorong pembangunan daerah.
Perayaan yang berlangsung hingga 16 Juni 2026 tersebut menghadirkan beragam kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Mulai dari Mall Pelayanan Publik, Job Fair, layanan kesehatan gratis, parade budaya, festival kuliner, pameran UMKM, hingga Simposium Nasional ISEI.
Selain itu, masyarakat juga akan disuguhkan hiburan rakyat melalui penampilan grup band legendaris Jamrud pada 14 Juni 2026 dan ditutup dengan Tabligh Akbar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram pada 16 Juni 2026.
Dalam perayaan tahun ini, sektor ekonomi menjadi salah satu fokus utama. Berdasarkan data yang dipaparkan, Kabupaten Halmahera Selatan merupakan daerah dengan jumlah pelaku UMKM terbesar di Maluku Utara, mencapai sekitar 48 ribu pelaku usaha atau hampir seperempat dari total UMKM yang ada di provinsi tersebut.
Kondisi tersebut menempatkan Halmahera Selatan sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah yang memiliki potensi besar untuk terus berkembang melalui kolaborasi antara pemerintah, Bank Indonesia, pelaku usaha, dan masyarakat.(red/rls)

















