TERNATE – Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al-Fajri Toboko, Kelurahan Tanah Tinggi, Kota Ternate, kembali melaksanakan kegiatan sunatan massal sebagai agenda tahunan yang rutin digelar setiap usai Hari Raya Idul Adha, Sabtu (30/05/2026).
Kegiatan sosial yang telah berlangsung selama 16 tahun ini terus mendapat apresiasi masyarakat karena memberikan manfaat besar bagi keluarga kurang mampu dan anak-anak yatim piatu.
Wakil Ketua I BKM Masjid Al-Fajri Toboko, H. Muhammad Selang, menjelaskan bahwa program sunatan massal merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial BKM terhadap masyarakat Muslim yang membutuhkan bantuan.
Menurutnya, tujuan utama kegiatan tersebut adalah membantu meringankan beban ekonomi keluarga yang kurang mampu, sekaligus memberikan pelayanan kesehatan yang layak bagi anak-anak yang akan menjalani khitan.
“Program ini merupakan agenda tahunan BKM Masjid Al-Fajri yang dilaksanakan setiap setelah Salat Idul Adha. Alhamdulillah, kegiatan ini sudah berjalan selama enam belas tahun. Tujuannya adalah membantu kaum muslimin dan muslimah yang memiliki keterbatasan ekonomi, termasuk anak-anak yatim piatu,” ujar H. Muhammad Selang.
Selain memberikan bantuan kepada masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan silaturahmi antarumat Islam.
Menurutnya, momentum kebersamaan yang tercipta dalam kegiatan sosial seperti ini menjadi nilai penting yang harus terus dipertahankan.
“Kegiatan ini juga bertujuan memperkuat tali silaturahmi sesama umat. Dengan adanya kegiatan seperti ini, masyarakat dapat berkumpul dan bertemu dalam suasana kebersamaan yang penuh kekeluargaan,” katanya.
H. Muhammad Selang mengungkapkan, program sunatan massal mulai dilaksanakan sejak tahun 2013 dan hingga tahun 2026 telah berhasil mengkhitan sebanyak 1.675 anak dari berbagai wilayah di Maluku Utara.
Untuk pelaksanaan tahun ini, jumlah peserta yang telah terdaftar mencapai 178 anak. Angka tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap program yang selama ini menjadi salah satu kegiatan sosial terbesar yang dilaksanakan oleh BKM Masjid Al-Fajri.
“Untuk tahun ini jumlah peserta yang terdaftar sebanyak 178 anak. Dari tahun 2013 hingga sekarang total anak yang sudah dikhitan mencapai 1.675 orang,” jelasnya.
Melihat tingginya minat masyarakat, BKM Al-Fajri berencana memperluas cakupan peserta pada tahun 2027. Berdasarkan koordinasi dengan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kota Ternate, dr. Alwiah Asagaf, kegiatan sunatan massal nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi warga Kota Ternate, tetapi juga akan dibuka bagi masyarakat dari seluruh kabupaten dan kota di Maluku Utara.
Menurut H. Muhammad Selang, pada tahun ini sudah terdapat peserta yang berasal dari Kabupaten Halmahera Barat dan Kota Tidore Kepulauan. Hal tersebut menjadi dasar bagi panitia untuk memperluas jangkauan program pada tahun mendatang.
“Tahun depan Insya Allah kami akan membuka ruang yang lebih luas lagi untuk peserta dari kabupaten dan kota lain. Bisa dari Halmahera Barat, Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Halmahera Selatan maupun daerah lainnya. Tahun ini saja sudah ada peserta dari Jailolo dan Kota Tidore Kepulauan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keberadaan program sunatan massal sangat membantu masyarakat, mengingat biaya khitan secara mandiri cukup besar dan menjadi beban bagi sebagian keluarga.
“Kalau kegiatan seperti ini tidak dilaksanakan tentu sangat disayangkan. Biaya sunatan untuk perorangan cukup mahal sehingga program ini sangat membantu meringankan beban masyarakat yang kurang mampu,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, BKM Al-Fajri didukung oleh tenaga medis profesional yang berasal dari berbagai fasilitas kesehatan di Kota Ternate.
Tahun ini panitia menyiapkan sekitar 12 tenaga medis untuk melayani seluruh peserta sunatan massal.
Jumlah tenaga medis yang dilibatkan setiap tahun menyesuaikan kebutuhan dan ketersediaan petugas kesehatan, mengingat mereka juga memiliki tugas dan tanggung jawab di rumah sakit masing-masing.
“Tenaga medis yang bertugas bervariasi antara 12 hingga 15 orang, tergantung jadwal dan tugas mereka di rumah sakit. Tahun ini kami membutuhkan sekitar 12 tenaga medis,” jelas H. Muhammad Selang.
Ia juga menyampaikan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya panitia bekerja sama dengan tenaga kesehatan dari Rumah Sakit TNI dan Polri di Kota Ternate.
Namun untuk tahun ini keterlibatan mereka dibatasi agar tidak mengganggu tugas pelayanan rutin di institusi masing-masing.
Melalui kegiatan sunatan massal yang terus berkelanjutan ini, BKM Masjid Al-Fajri Toboko berharap dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai sosial, kepedulian, dan kebersamaan di tengah kehidupan umat Islam di Maluku Utara. ( barak)



















