Unit Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Maluku Utara (Malut) Densus 88 AT Polri kembali menggelar sosialisasi dan edukasi di SMK Negeri 5 Kota Ternate terkait bahaya Radikalisme dan Kekerasan anak, karena program teesebut merupakan pencegahan penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstrimisme dan Terorisme terhadap generasi muda khususnya anak- anak.
Anggota tim Pencegahan/Idensos Satgaswil Maluku Utara Densus 88 AT Polri, Bripka M Novrijal dalam keterangan tertulis yang diterima media pada Selasa (24/02/26) menyampaikan bahwa kurang lebih 112 Anak terpapar Radikalisme, dan Kekerasan yang mengarah kepada terorisme dimana mereka semuanya terpapar lewat Game Online dan Media Sosial.
Dia mengatakan, alasan kenapa anak-anak menjadi target utama di rekrut oleh kelompok ekstrim maupun kelompok teror, karena mereka dalam proses mencari jati diri.
“Emosi masih labil mudah terbawa suasana, literasi digital rendah dan mudah dipengaruhi media sosial dan game online serta merasa ingin diakui atau pengin di anggap hebat,”katanya.
Dirinya menjelaskan, beberapa cara melindungi diri dari konten radikal serta cara sehat bermedia sosial dan himbauan serta pesan, agar pelajar terhindar dari Radikalisme dan Kekerasan.
Sementara itu, Kepala sekolah SMK Negeri 5 Kota Ternate, Bahrudin Marsaoly menyampaikan terimakasih kepada Unit Pencegahan Satgaswil Maluku Utara Densus 88 AT Polri yang sudah mau hadir dan memberikan pengetahuan kepada siswa- siswi SMK N 5 Kota Ternate.(red/rls)



















