Tak Sesuai Target Waktu Pekerjaan, Proyek Revitalisasi SMP Advent Akediri Menuai Sorotan Publik

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 41;

HALBAR – Proyek Nasional Revitalisasi Pendidikan di SMP Advent Akediri, Halmahera Barat, Maluku Utara, menuai sorotan publik.

Proyek pembangunan nasional dari pemerintah pusat itu menelan anggaran miliaran rupiah, namun hasil pekerjaan dilapangan dinilai tak sesuai target waktu pekerjaan yang seharusnya.

Amatan media ini, pada Senin 19 Januari 2026, menemukan sejumlah kejanggalan, mulai dari minimnya transparansi hingga mutuh pekerjaan yang meragukan.

Papan proyek yang seharusnya dipasang sebagai informasi target pekerjaan, sengaja di cabut dan disimpan. Ketika ditelusuri wartawan media ini di lokasi pekerjaan, ditemukan papan proyek tersebut disimpan di bawah bahan bekas proyek. Proyek nasional ini menelan anggaran dengan nilai kontrak sebesar, Rp. 1.718.871.000.

Proyek tersebut seharusnya selesai kontrak pada 31 Desember 2025 lalu. Namun hingga saat ini proyek dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia belum rampung di selesaikan.

Proyek itu diduga dikerjakan secara swakelola oleh Komite Sekolah SMP Advent Akediri dengan target waktu pekerjaan selama 180 hari. Namun sampai dengan saat ini, ketika dihubungi Wartawan Jurnalone. Id, tetapi kepala sekolah SMP Advent Akediri tidak mau mengomentari terkait progres pekerjaan proyek tersebut. (red)