TERNATE – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate, Maluku Utara, mengakui jika kendala yang dialami selama ini salah satunya, karena masih memiliki keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Kantor Basarnas yang beralamat di Kelurahan Jambula, Kecamatan Pulau Ternate itu.
Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Basarnas Ternate, Iwan Ramdani saat melaksanakan Press Release Akhir Tahun 2025 yang dilaksanakan diatas kapal KN Dewapandunata di kawasan Pelabuhan Ahmad Yani Ternate, pada Sabtu (27/12) malam.
“Yang pertama SDM kita masih sedikit ya, jadi kemampuannya kita masih pada level banyak yang dasar spesialisnya masih kurang,”ungkap Iwan dihadapan para awak media.
Iwan mencontohkan, bahwa personil yang ada pos yang itu biasanya harus ditempati sebanyak 12 orang personil, tetapi karena keterbatasan, sehingga setiap pos hanya di isi 7 orang personil atau 10 orang personil.
“Misalnya 3 pos yang seharusnya diisi 12 orang personil, sehingga jika dikalikan maka total harus 36 orang personil, namun karena keterbatasan, sehingga sebagian hanya ditempati 7 personil dan di pos yang lainnya bisa ditempati 10 orang personil,”kata Iwan Ramdani.
Selain SDM, lanjut Iwan, sarana dan prasarana yang dimiliki Kantor Basarnas Ternate juga terbatas, sehingga saat melaksanakan operasi SAR tetap melubatkan dengan pihak terkait lainnya, seperti TNI AL maupun Polairud.
“Makanya kita semaksimalkan mungkin untuk berusaha sekuat tenaga dengan koordinasi dengan TNI AL dan Polairud saat melaksanakan operasi SAR, karena mereka yang sering membantu kami dilapangan,”ujarnya.
Kepala Basarnas Ternate juga menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan bersama dengan Bupati Halmahera Timur akan meresmikan Kantor Unit Siaga SAR Maba.
“Selain Unit Siaga SAR Maba, Basarnas Ternate juga akan membuka lagi Kantor Unit Siaga SAR Weda dan Kantor Unit Siaga SAR Taliabu sesuai permintaan Bupati dari kedua daerah itu,”tutur Iwan.
Kepala Basarnas Ternate, berharap dengan adanya penambahkan Kantor Unit Siaga SAR tersebut, bisa mengoptimalkan dalam penanganan operasi SAR yang terjadi di Maluku Utara. (Moko)














