TERNATE, JURNALONE.id – Dua kelompok masyarakat di Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, terlibat bentrok. Saling serang dengan menggunakan, batu, potongan kayu, hingga parang, dan tombak tak terhindarkan.
Bentrokan kedua kelompok masyarakat itu terjadi di Desa Lelilef Sawai, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah.
Kedua kelompok massa juga melakukan pemblokiran jalan menju dari dan ke Kota Weda, Ibu Kota Kabupaten Halmahera Tengah sehingga mengganggu aktifitas masyarakat.
Apalagi banyaknya karyawan perusahan pertambagan nikel yang akan melintasi kawasan tersebut terhambat sehingga situasi terlihat semakin mencekam.
Akibat bentrokan itu, dua orang dikabarkan menjadi korban dari bentrokan tersebut dan telah dilarikan ke rumah sakit daerah di Weda untuk mendapatkan pertolongan medis.
Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Midi Suswoko, mengungkapkan, kejadian itu dipicu persoalan minuman keras sehingga terjadi kesalapahaman antara kelompok masyarakat itu dan terjadi bentrokan yang melibatkan banyak masyarakat.
” pada dasarnya miras (minuman keras) jadi mambuk ditegur gaterima terus terjadi penganiyayaan sekarang kita cari tersangkanya. Untuk dampak yang ditimbulkan akibat kerusuhan itu ada pemalagan jalan sehingga kegiataan masyarakat terkendala tapi sudah dibuka tadi sore,” kata Kapolda Maluku Utara kepada jurnaline.id, Senin (26/12/2022).
Kapolda Juga mengungkapkan, saat ini pembokiran jalan yang dilakukan kedua kelompok masyarakat yang bertikai itu telah dibuka oleh petugas Kepolisian dari Polres Halmahera Tengah, sehingga aktifitas masyarakat kembali normal.
Meski demikian, kata Kapolda, untuk mengantisipasi situasi kemukinan di lokasi kejadian, Polda Maluku Utara menerjunkan Tim dari Reskrim Umum dan juga diterjunkan satu SSK Brimob dan satu SSK Sabara dari Polda Malut untuk membantu Polres setempat.
“ pemalangan jalan tadi sore sudah dibuka, kegiatan masyarakat sudah seperti biasa. Tuntutan masyarakat di Weda Tengah agar pelakunya ditangkap sehingga kita terjunkan tim dari Reskimum kesana. Kemudian untuk antisipasi perkembangan situasi kita juga bekup satu SSK Brimob serta satu SSK Sabarah,” ungkap Kapolda Malut.(red/SMG)



















