Demo Minta Polda Tangkap Pelaku Pembunuhan Petani di Halmahera Timur

TERNATE, JURNALONE.id – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Kemanusiaan Untuk Korban Pembunuhan (FKUKP) mendatangi kantor Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara, di jalan Nukila, Kelurahan Gamalama, Kota Ternate, Maluku Utara, Rabu (23/11/2022).

Kedatangan para mahasiswa itu meminta penjelasa pasti kepada pihak Kepolisian terhadapan penanganan kasus pembantaian yang menewaskan seorang petani Desa Gotowasi, Halmahera Timur, oleh Orang Tidak Dikenal (OTK).

Dalam orasi massa aksi yang berlangsung didepan kantor Ditreskrimum, mereka meminta Polda Maluku Utara segera memberikan kepastian terhadap pengusutan oknum pembunuhan terhadap petani yang hingga kini Polisi belum juga berhasil mengunggkap pelakunya.

Wakil Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara, AKBP Yury Nurhidayat, saat menemui massa aksi menyampaikan, kasus pembunuhan petani di Halmahera Timur hingga kini masih terus didalami pihak kepolisian dari Polda Malut dan Polres Halmahera Timur.

” Terkait kejadian di sana sampai saat ini kita tetap melakukan penyelidikan tidak ada kasus yang digantung, tidak ada kasus yang kita biarkan, tetap sampai hari ini anggota Polda Maluku Utara bersama degan Polres Halmahera Timur tetap melakukan penyelidiakan, “ kata AKBP Yury Nurhidayat Wadir Ditreskrimum Polda Malut itu.

Yury Nurhidayat menggaku, terkait pengungkapan pelaku pembunuhan pentani itu, Kepolisian memang banyak mengalami kendala, untuk itu pihaknya meminta agar massa aksi harus bersabar dan memberikan kesempatan kepada pihak Kepolisian untuk mengunggkap pelaku pembunuhan yang diduga dilakukan OTK itu.

“ Banyak sekali prmasalahan yang membuat sampai saat ini mengakui bahwa penyelidikan tersebut belum selesai, pada pertemuan pertama dengan rekan-rekan, saya ajak berikan kami informasi, keterangan terkait adanya DPO sudah kami telusuri. Yang perlu sampaikan sampai saat ini kami masih melakukan penyelidiak, anggota saya masih disana, masuk ke hutan ke TKP sudah kami lakukan, tidak ada kasus yang kami gantung. Mohon dukungannya tanpa dukungan dan informasi dari masyarakat Polisi tidak bisa mengembangkan perkara ini,” akunya.

Sebelumnya, Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol Midi Siswoko mengatakan, saat ini pihak kepolisian melalui Polres Kabupaten Halmahera Timur telah melakukan penyelidikan terhadap OKT yang melakukan aksi pembunuhan itu.

Bahkan Kapolda juga menerjunkan personil tambahan dari Reskrim Umum Polda Maluku Utara dan pihak intelejen untuk membantu Polres guna mempercepat pengungkapan OKT tersebut.

” Saya sampukan bekup Polda ke Maba Selatan akan diterjunian dari Reskrim Umum untuk membantu Polres Haltim, supaya memperkuat Polres, kemudian dari Intelejen bagimana cara mengantisiapasi agar tidak terulang kembali kejadian tersebut,” Kata Midi, Kapolda Maluku Utara itu.

Diketahui, sejumlah warga masyarakat Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara, diteror oleh Orang Tidak Dikenal (OTK), saat sedang berlakukan aktifitas dikebuan, mengakibatkan satu orang tewas mengenaskan yang teridentifikasi adalah Talib Muid (65), warga Desa Gotowasi, Maba Selatan, karena diserang oleh OTK, kejadian itu terjadi pada, Sabtu (29/10/2022) lalu.

Kejadian pembantaian petani warga masyarakat ini sudah terjadi berulang-ulang kali, tak hanya di Kabupaten Halmahera Timur, namun juga terjadi di Kabupaten Halmahera Tengah yang dilakukan oleh OTK.(red/SMG)