TERNATE, JURNALONE.id – Pemerintah Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, melalui Dinas Pertanian berupaya mendorong para petani untuk terus bergeliat meningkatkan produk pertanian yang selama ini menjadi sumber ekonomi mereka, Senin (14/11/2022).
Hal itu disampaikan Walikota Ternate, M. Tauhid Soleman, saat dirinya terjun langsung bersama kelompok tani Timamo, di Kelurahan Loto, Kecamatan Barat, kota Ternate menggelar panen tanaman holtikultura jenis taman tomat.
Kepada jurnalone.id, Walikota M. Tauhid Soleman menyampaikan, petani di Ternate menjadi ujung tombak mengantisipasi terjadinya laju infasi di kota Ternate, karena selama ini hasil pertanian khusunya pada taman holtikultura yang ada di pasar lokal Ternate masih memiliki ketergantunggan pasokan dari luar Ternate.
” Pemerintah pada dasarnya melalui Dinas Pertanian terus mendorong petani agar produktif. Kita tau sebagaian besar produk-produk pertanian ini didatangkan dari luar Ternate, karena itu sering menyebabkan inflasi. Tetapi data terakhir kita Alhamdulilah pada posisi deflasi, itu artinya kita tau persis mana yang menjadi penyumpang inflasi di Ternate,” kata M. Tahuhid Soleman, di sela-selama memanen tomat di Kelurahan Loto.
Walikota juga menegaskan, semua pihak terutama Dinas Pertanian hars berperan aktif mendorong para petani baik secara mandiri mapun kelompk agar mereka terus meningkatkan produktifas mereka. Karena petani lokal terbukti mampu mengurani ketergantungan pasokan hasil pertanian di pasar di Ternate untuk kebutuhan masyarakat umumnya.
” Untuk itu dibeberapa waktu terakhir ini melakui Dinas Pertanian, Pemkot Ternate terus mendorong depo pertanian di Kelurahan Loto ini agar menjadi kontribusi tetap di pasar Ternate. Dani kita lihat memberikan kontribusi secara langsung kepada petani untuk bergairah terus menanam, petani ini sangat produkrif dan ini tentunya akan membawa pada kesejahteraan petani atau kelompok tani yang ada di Ternate,” kata Walikota.
Kamil Hi. Aba selaku sekretaris kelompok tani Timamo mengaku, dirinya bersama teman-teman memanfaatkan lahan seluas 4 hekatar di Kelurahan Loto ini, telah membawa hasil yang baik bagi kelompok mereka untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
Pasalnya panen yang dilakukan kali ini merupakan yang ke 4 kali dan sekali panen bisa mencapai 300 kilo geram. Ia juga mengaku, Kelompok tani yang ditekuni mereka mendapat kemudahan dari Dinas Pertanian, seperti mendatakan bibit dan pupuk serta sarana penunjang untuk terus bercocok tanam.
“ Sekali panen bisa capai 68 sampai 300 kg dan ini panen ke 4. Untuk hasil sendiri 1 ton kami sudah mendapatkan Rp 7.500 ribu rupiah. dulunya kami tanam tomat lokal, namun sekarang kami sudah bisa tanam tomat apel karena jenis tomat ini juga tahan pada musim hujan untuk gugur. Kehadiran Dinas Pertanian sangat terbantu karena kami mudah mendatkan bibit, mendatkan pupuk, dan saran lain yang sekarang suda kami gunakan,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala dinas pertanian, Tamrin Marsaoly menyampaikan, sebelumnya lahan seluas 4 hetar di Kelurahan Loto, Ternate Barat ini, telah dicangkan pemerintah kota Ternate melalui Dinas Pertanian sebagai kawasn Holtikultura. Kawasan ini akan diintegrasikan dengan kawasan orga wisata yang bisa menarik masyarakat mau menggunjungi kawa ini.
Sehingga kawasan ini akan dimaksimalkan untuk menggenjot produk-produk pertanian seperti cabai, tomat, teron maupun lainya yang selama ini menjadi komsumsi utama bagi masyarakat kota Ternate.
“ Jadi nanti ini kita integrasikan dengan agro wisata, kita akan buat seperti beberapa tempat di pulau Jawa, paling tidak fiunya tepat dan juga kawasan Ternate Barat ini juga sebagai kawasan objek parawisata, jadi orang nantinya wiken ke pantai bisa langsung masuk kesini, disitulah masyarakat dikawan ini bisa memanfaatkan menjual pisang, tomat, dan bisa mengelola parkir dan lainya, saya kira ini bukan hanya ansi pertanian tetapi lebih ke agro wisatanya,” ungkap Tamrin.(red/SMG)



















