TERNATE – Kepala Kanwil DJPb Maluku Utara Adnan Wimbyarto optimis diakhir Tahun 2022 penyerapan APBN bakal maksimal, meski dikatakan Adnan, pada tahun-tahun sebelumnya penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terbilang rendah dan berjalan tidak sesuai target.
Rendahnya penyerapan anggran dikarenakan sejumlah sektor dilingkup pemerintah daerah berjalan tidak merata sehingga penyerapan anggaran lemah. Selama ini penyerapan APBN masih didominasi dari sektor belanja pegawai dan penyerapan Dana Desa yang berjalan baik. Sementara disektor lain penyerapanya sangat rendah.
“ Bagaimana teman-teman itu melengkapi adiminstrasi, jadi seharunya juknis itu bukan satu tahun tetapi bagaimana juknis itu bisa dipakai selamanya. Karena kami juga punya aturan, jika ada pergantian kepala kantor itu cukup adiminstrasinya sekali saja, meski kepala kantor itu berganti dia tetap sebagai penguasa penguna anggaran. Inilah yang sering terjadi setiap tahun itu harus adimintrasi sebenarnya tidak perlu,” kata Adanan kepada awak media pada acara diseminasi KFR dan Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) di Aula Gamalama Kanwil DJPb Maluku Utara, Kamis (16/6/2022).
Adnan berharap, diakhir tahun 2022 ini penyerapan anggaran APBN melalui Kanwil DJPb Maluku Utara, bisa sesauai target. Diharapkan pemerintah daerah segera menyiapkan administrasi untuk penyerapan APBN lebih dini tidak harus menumpuk pada akhir tahun, sehingga itu dikatakan tidak peputaran keuangan tidak sehat.
Selain itu kata Adnan, pemerintah seharunya menyiapakan payung hukum pada dinas masing-masing sehingga tidak mempengaruhi penyerapan anggaran APBN. Dimana penyerapan anggaran APBN pada triulan I hingga Juni tahun 2022 belum mencapai 40 persen, angkaan ini masih sanggat rendah.
“ Ini perlu akselerasi dan diperlukan payung hukum sehingga tidak menunggu adiminstrasi, misalnya ada pergantian kepala dinas dia harus menunggu SK dulu, padahal kalau tidak perlu berganti adimnstrasi dia mereka bisa langsung menyerap anggaran diawal tahun. Saya sampikan juga untuk proyek strategis nasional itu masih kecil sekali, sampai di bulan Juni ini masih kurang dari 40 persen penyerapan anggarannya dan ini sayang sekali, padahal kuncinya ada di adiminstrasi saja,” ungkapnya.
Lebih lanjut terkait target penyerapan anggaran pada tahun 2022, Adnan optimis bakal memenuhi target, dengan harapan pada triwulan II nanti Pemda lebih optimal melakukan penyerapan anggaran yang tersedia.
” Kalau dari data yang ada bisa tetapi angkanya menumpuk, kalau di tahun lalu itu lebih dari 50 persen, tapi kalau menumpuk diakhir tahun itu penyerapanya tidak sehat,” jelasnya. (red/ SMG)



















