Warga Minta Pj Kades Morodadi di Ganti

Morotai, Jurnalone.id – Warga Desa Morodadi kecamatan Morotai Selatan, Pulau Morotai,  Maluku Utara, meminta Pemerintah Daerah Pulau Morotai agar Sofia Doa di ganti dari pejabat Kades Desa Morodadi.

Warga menilai Sofia Doa tidak mampu mengatasi masalah infastruktur jalan di Desa Morodadi yang bermasalah. Karena saat ini,  Sofia Doa juga menjabat sebagai Kabag Pemerintahan di Lingkup Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai.

“Kami melakukan aksi protes ini ke Pemerintah Desa. Apakah Perintah Desa itu bisa mereka respon dengan persoalan jalan ini, tapi sejauh ini tidak ada tanggapan,”ucap Mohtar Muhammad,  warga Morodadi, Minggu (25/7).

Menurutnya Pj Kepala Desa Morodadi Sofia Doa sejauh ini tidak pernah tinjau masalah di desa tersebut. Setidaknya Ia harus perintah kaurnya. “Apalagi ibu Sofia Doa itu tidak bertempat disini (desa morodadi, red) dia harus perintah dia punya bawahan Kaur Desa, sperti kaur Pembanguanan dan Pemerintahan. Dia harus turun cek, tapi sampai hari ini tidak dilakukan,”tegasnya.

Terkait Pj tersebut, Kata dia warga setempat minta agar Pj tersebut di ganti. Sebab tidak perhatikan banyak masalah di desa. “Menurut warga, meminta supayah Pemda Morotai sebaiknya Pj Kepala Desa (Sofia Doa) ini harus di ganti, karena apa. Kondisi desa sperti ini saja tidak di perhatikan, kami tidak butuh lebih, tapi kami butuh kepentingan masyarakat dan pemerintah desa harus ada didalam masyarakat,”tambah dia.

Hal senada juga disampaikan,  Halik warga Morodadi ia meminta agar Pj segera di ganti. Lantaran banyak masalah infastruktur di Desa tidak pernah di tanggapi. “Seperti masalah jalan di RT/RW 05/02 so lama warga mengeluh tapi tara pernah di tanghapi serius, kalau pas hujan anak sekolah harus jalan 300 meter baru bisa dapat jalan aspal,”pungkasnya.

Sementara itu,  Sekretaris Desa (Sekdes) Morodadi, Jono Larat, yang dikonfiramsi terpisah, belum terhubung hingga berita ini ditayangkan. Sebelumnya, warga desa Morodadi, kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, melakukan aksi protes terhadap buruknya infrastruktur di kampung mereka. Sebagai bentuk protes, warga RT/RW 005/002 menanam pohon pisang di tengah jalan yang rusak dan tak kunjung diaspal.(oje)