TERNATE – Bentrokan Warga dua desa di Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, yang menyebabkan korban jiwa dan terjadi aksi pembakaran rumah-rumah warga, Jumat (3/4/2026).
Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe bersama Danrem 152 Babullah Brigjen TNI Enoh Solehudin, dan Wakapolda Maluku Utara Brijen Pol. Stephen M Napiu langsung terjun ke lokasi bentrok di Desa Banemo dan Sebenpopo.
Wagub Sarbin mengatakan, kehadiran Pemeritah ke lokasi bentrokan untuk bertemu langsung dengan masyarakat di dua desa tersebut.
Wagub berharap toko agama, tokoh masyarakat agar saling berikan edukasi kebersamaan, kalau ada yang diangkab sala mari kita serahkan kepada aparat negara untuk diselesaikan.
“Mari kita semua menahan diri dan kita menjaga emosional persaudaraan. Kami turun melakukan koordinasi dengan pemeritah Kabupaten dan tadi Bupati sudah turun juga ke lokasi dan kami bersama Wakapolda dan Danrem akan kami memantau langsung di lokasi,” ucapnya.
Sementara itu Danrem 152 Babullah Brigjen TNI Enoh Solehudin, menegatakan pihaknya telah memberikan tambahan personil TNI ke lokasi sehingga bersama Polri dapat segera mengatasi situasi tersebut.
“Ya kami membantu ambahan personil dari anggota Kodim dan sebanyak dua SSK, semoga muda-mudahan segera bisa diamankan dan terkendali situasinya,” jelasnya.
Sementara itu Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol Waris Agono saat dikonfirmasi Beritasatu.com mengatakan, Polda Maluku Utara telah menyampaikan kepada Pemeritah Provinsi melalui Gubernur Sherly Tjoanda agar segera menagani dampak bentrok seperti membangun kembali rumahnya warga yang dibakar sehingga warga dapat segera kembali ke rumah.
“Tadi saya sampaikan ke Sekda dan Gubernur agar rumah yang di rusak atau dibakar itu dibangun kembali dan Gubernur setuju bahwa nanti rumah-rumah warga yang rusak mapun dibakar akan dibangun Pemeritah Provinsi,” ujarnya.
Diketahui bentrokan warga Desa Sibenpopo dan Banemo tersebut bermula dari di temukannya satu jenazah warga Desa Banemo pada Kamis (2/4/2026) malam di kebun yang diduga menjadi korban ancaman dari OTK.(red)














