Tuntut Penyelesaian Pekerjaan Jalan, Warga Gelar Demo dan Boikot Kantor Gubernur

SOFIFI, JURNALONE.id – Puluhan warga Kecamatan Oba Utara, Koto Tidore Kepulauan, Maluku Utara, mendatagi kantor Gubernur Maluku Utara di Sofifi, menggelar aksi demo menuntut janji Pemerintah Daerah atas penyelesaian pekerjaan jalan provinsi yang beradadi Kelurahan Guraping, Senin (28/03/22).

Massa yang diselimuti emosi karena janji pemerintah yang belum kunjung dipenuhi, mereka langsung menerobos masuk kedalam kantor Gubernur untuk menemui Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba dan Sekretaris Daerah Samsuddin Abdul Kadir guna meminta penjelsasan terkait pekerjaan jalan tersebut.

Namun disaat masuk kedalam kantor, suasana berubah sehingga massa aksi bertindak anarkis, massa merusak sejumlah fasilitas kantor.

Puluhan Satuan Polisi Pamung Praja (SATPOL PP) yang berjaga tak mampu menghalau massa aksi sehingga massa aksi berhasil masuk ke dalam kantor dan merusak sejumlah fasilitas di dalam kantor itu.

Selain merusak fasilitas kantor, massa aksi juga menyisir semua ruangan para pimpinan OPD dan meminta para pegawai segera keluar dari rungan dan meninggalkan kantor.

Selain itu, massa aksi juga melakukan pemalangan pintu masuk kantor Gubernur dengan menggunakan potongan kayu.

Massa yang datang membawa alat penggeras suara, kemudian menggelar orasi didepan kantor Gubernur. Dalam orasi massa meminta Pemrintah Daerah segera menyelesaikan pekerjaan jalan Provinsi di Kelurahan Guraping yang hingga kini tak kunjung dikerjakan.

Menurut massa aksi, Pemerintah Daerah telah menyetujui menyelsaikan pekrjaan jalan di Kelurahan Guraping sepanjang 700 meter yang tak kujung dikerjalan, sehingga saat ini kondisi jalan telah rusak bahkan sering menimbulkan kecelakaan pengendara.

Massa juga mendesak Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba agar melakukan evalusai sejumlah Pempinan OPD karena dinilai tidak bertanggungjawab atas pekerjaan jalan yang ada di Guraping.

Tak sampai disitu, aksi yang mereka lakukan ini menyampikan langkah awal, jika tuntutan mereka diabaikan oleh Pemerintah Daerah maka akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih bersar lagi.(red/SMG)