TERNATE, JURNALINE.id – Ratusan karyawan PDAM Kota Ternate melakukan aksi demo di depan kantor PDAM Kota Ternate, Senin (14/11).
Aksi yang dilakukan mendesak Direktur PDAM dan para direksi untuk segera mengundurkan diri dari jabatan mereka karena diangkap tidak profesional dalam pengelolaan perusahaan.
Karyawan menuntut hak-hak mereka yang selama ini telah diduga telah pemangkasan oleh para pimpinan. Misalnya tunjangan, insentif, dan uang iuran pensiunan “Ganti ganti ganti pemimpinan ganti pemimpinan sekarang juga,”teriak para karyawan di depan kantor PDAM.
Sementara Makmur Husen karyawan lainnya juga meminta kepada para direksi agar segera mengembalikan hak-hak mereka seperti iuran pensiun.
Selain itu lanjutnya, setelah mereka melakukan penelusuran ternyata hak hak karyawan dihilangkan kemudian gaji dan tunjangan para pimpinan telah dibesarkan
,”Karyawan tidak perlu takut karena direksi hanya 5 tahun disini, sementara kita ini kerja salama-lamanya disini,” ucapnya.
Sementara Direktur PDAM Abubakar Adam saat keluar untuk menemui para karyawannya untuk hearing, namun karyawan tidak memberi ruang untuk berbicara.
Karyawan mengancam akan segera menyampaikan tuntutan mereka kepada Wali Kota Ternate dan mogok kerja.
Direktur PDAM Kota Ternate, Abubakar Adam ketika dikonfirmasi membantah bahwa dirinya telah melakukan pemotongan tunjangan dan hak-hak karyawan.
“Hak-hak karyawan tetap diberikan dan tidak ada pemotongan karena tahun kita baru saja bayar sampai Rp 1 miliar lebih,”kata dia.
Ia mengaku heran juga siapa yang melakukan gerakan ini sehingga terjadi aksi yang dilakukan oleh karyawan. Padahal, kata dia, secara aturan pensiunan diterima tiga kali yakni Jamsostek, dana pensiunan dan terima dari perusahaan juga.
“Gaji dibayar, tunjangan dibayar, insentif memang kita potong karena memang tidak rasional. Contohnya pencatat meter kita potong memang iya memang kerjanya begitu kenapa harus dapat insentif lagi itu yang kita luruskan,”tegas dia.(red/SMG)



















