Sukses Gelar Deklarasi, BARNAS Malut Dorong MPR Tunda Pilpres

Ternate, Jurnalone.id – Ormas Barisan Nusantara (BARNAS) Indonesia Maluku Utara yang diketuai oleh Masukur J Latif  dan Sekretaris Naem Taher secara resmi dideklarasikan yang berlangsung di Sahid Bela Hotel, Kamis (24/02/22). Acara deklarasi ini dihari ratusan orang dari berbagai kalangan, baik Pemuda, Mahasiswa, dan juga OKP serta unsur pemerintah.

Ketua Dewan Penasehat BARNAS Indonesia Malut, Ir. Gazali Abdul Mutalib langsung membacakan naskah deklarasi yang megatakan, Ormas tersebut dibentuk oleh sejumlah kelompok pemuda yang tersebar di seluruh nusantara. Kelompok pemuda itu yang mendambakan perubahan, bergerak secara mandiri, independen dengan tulus setia pada nurani anak bangsa untuk terus berjuang mewujudkan cita-cita Indonesia jaya.

Barisan yang dibentuk itu bukan merupakan organisasi sayap partai politik, sebab barisan tersebut berdiri secara mandiri dan independen. Dan juga memiliki sikap perjuangan politik yang akan dimanifestasikan dalam bentuk kebijakan yang berkolaborasi dengan pemerintah tingkat pusat sampai ke daerah.

“ BARNAS selalu bergerak aktif dan ormas tersebut juga lahir melalui semangat perjuangan sebagai cikal bakal pergerakan, untuk menuju bangsa yang lebih mandiri, maju, adil dan sejahtera. BARNAS Maluku Utara selalu berdiri setia, mendukung Pemerintahan Presiden Republik Ir. H. Joko Widodo untuk menuju cita-cita Indonesia yang lebih baik,”ungkap Gazali.

Kata Gazali, sikap BARNAS yang pertama, meminta kepada pemerintah melalui Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, untuk menunda pelaksanaan Pemilihan Presiden tahun 2024. Kedua, memberikan waktu kepada Bapak Presiden RI, agar dapat bekerja maksimal dalam pemulihan ekonomi nasional.

Selanjutnya yang ketiga, mendukung  Presiden RI dalam mencegah dan mengatasi permasalahan pandemi Covid 19 dan varian terbaru Omicron, dan keempat, mendukung Presiden Ir. H. Joko Widodo untuk dapat menjalankan pembangunan ibu kota nusantara di Kalimantan Timur,” katanya.

“Sikap ini dibuat dengan pertimbangan yang matang serta kesadaran yang utuh oleh Barisan Nusantara Indonesia Provinsi Maluku Utara tanpa ada paksaan dari pihak manapun,” ucap Gazali mengahiri.(red/SMG)