Sekprov Hadiri Diseminasi Hasil KPJU Unggulan UMKM Malut Tahun 2021

Ternate, Jurnaline.id –  Sekertaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsudin A. Kadir menghadiri kegiatan Diseminasi Hasil Penelitian Komuditi Produk dan Jenis Usaha (KPJU) unggulan usaha kecil dan menengah (UMKM) Provinsi Maluku Utara Tahun 2021. Kegiatan yang diselenggerakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku Utara, bertempat di ruang Maitara kantor BI, Jumat (04/03/2022).

Acara tersebut dilakukan secara online dan offline. Secara online di hadiri oleh Sekda Provinsi Maluku Utara, Samsudin A. Kadir, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Maluku Utara Wa Zahari, Sekertaris Dinas Pertanian Kota Ternate Sofyan Abbas, Kepala Dinas koperasi dan UKM Kota Ternate Hari Hairudin.

Sedangkan secara offline turut di hadiri oleh Bupati Halmahera Timur Ubaid Yakub, Sekda Kabupaten Pulau Taliabu, Sekda Kabupaten Halmahera Selatan serta Para Staf Ahli dan ODP sekabupaten/kota Provinsi Maluku Utara.

Narasumber dari kegiatan itu, Berka Semi Strategika Arif Yunus dan Kuswoyo Imanawan.

Sekertaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsudin A. Kadir dalam sambutannya mengatakan, Maluku Utara memiliki potensi SDA di sektor kehutanan, pertanian, perkebunan, perikanan, dan pertambangan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.

Kata Samsudin, perlambatan ekonomi global kedepan harus diantisipasi dengan mengembangkan pertumbuhan ekonomi baru melalui pemberdayaan UMKM menjadi sektor unggulan.

Ia juga mengatakan bahwa Provinsi Maluku Utara, telah dikenal di pasar nasional dan Internasional dengan usahanya ikan tuna, ikan cakalang, kopra, kelapa, cengkeh, pala, wisata pantai, toko bangunan, warung makan campuran dan penjualan hasil perikanan. Dengan potensi yang ada maka pembahasan hari ini akan menguatkan peran kita dalam mengembangkan komoditas dan jenis usaha unggulan yang telah ada sehingga bisa memiliki usaha baru yang di akui negara.

Lanjutnya, untuk tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi baru salah satunya adalah modal. Modal adalah salah satu permasalahan utama yang sering di alami UMKM. Selain itu penyediaan infrastuktur yang berkualitas, merata serta penyederhanaan proses birokrasi dan regulasi yang ramah investasi juga dibutuhkan agar dapat mendorong terciptanya lapangan pekerjaan.

Samsudin berharap, dengan adanya penelitian ini maka dapat mengidentifikasi berbagai peluang investasi di Maluku Utara, yang bermuara pada pemberian informasi potensi ekonomi di daerah, dan juga dapat memberikan informasi kepada stakeholder mengenai komoditas atau produk atau jasa usaha yang potensial yang menjadi unggulan di Maluku Utara untuk di kembangkan.

” Saya juga berharap lembaga tekhnis dan perangkat internal di Provinsi Maluku Utara memiliki KPJU unggulan dari berbagai sektor ekonomi yang patut dan cocok untuk dikembangkan. Dengan program yang lebih fokus. Pemerintah Daerah dapat memprioritaskan kebijakan ekonomi melalui pengembangan komuditas unggulan tertentu di Maluku Utara”, ujar Samsuddin diakhir sambutannya.

Sementara itu kepala perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara R. Eko A. Irianto mengatakan bahwa usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam perekonomian nasional memiliki peran yang penting dan strategis. Pentingnya peran UMKM ini maka Bank Indonesia turut mendukung pengembangan UMKM dengan meminimalisir kesenjangan informasi program penyediaan kajian (penelitian). Untuk itu dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi referensi bagi berbagai pihak dalam upaya pengembangan UMKM di daerah.(ADV/SMG)