JAILOLO, ONE.id – Penandatanganan Berita Acara Design Review Meeting (DRM)Oleh Badan Aksebilitasi Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo RI, Bersama Operator Celuler, Penyedia Tower Power dengan Pemerintah Daerah, untuk Pelaksanaan Program Kerja BTS BLANKSPOT Tahun 2019.
Kegiatan ini diawali dengan pemaparan Direktur Projeck Manajer BAKTI Bapak Wied Norman yang mengungkapkan bahwa, program
dalam dunia telekomunikasi dikenal dengan adanya design review meeting atau DRM untuk mempresentasikan rencana baru terhadap sebuah jaringan dimana bahan DRM didapatkan dari hasil survey didaerah Masing-Masing, Guna mengkroscek kesiapan pada masing-masing daerah dalam merespon program dari BAKTI Kementerian kominfo RI diantaranya, kesiapan Lahan untuk pembanguanan yang sudah di hibahkan dari pemerintah desa ke pemerintah Kabupaten.
Sementara di tahun 2019 BAKTI akan membangun 538 lokasi termasuk didalamnya 8 lokasi di Halmahera Barat.
Untuk tahun 2020 nanti BAKTI akan membangun sekitar 2900an lokasi lagi di seluruh Indonesia. Sehingga daerah yag masuk dalam 3T diminta menyiapkan usulannya untuk di sampaikan ke BAKTI melalui aplikasi PASTI BAKTI yg dikelola oleh seorang user yg ditugaskan oleh daerah setempat melalui SK Bupati.
Lanjut Wied Norman, untuk pembangunan tower BTS USO BAKTI ditahun 2019 ini akan ditambah perangkat 4G, sementara pembangunan di tahun sebelumnya akan di upgrate ke 4G, namun saat ini masih tetap berkomunikasi dengan pihak operator Celuler, kalau tidak ada kendala di tahun 2019 seluruhnya dapat diselesaikan.
Terpisah, Kepala dinas kominfo Halbar Chuzaemah Djauhar yang menghadiri kegiatan DRM serta menantangani Berita Acara, mengharapkan kepada Desa-Desa yang masih blangspot agar dapat mempersiapkan lahan untuk sewaktu2 dilakukan survei oleh tim pusat bersama dinas kominfo.
Dari 8 lokasi di Halmahera Barat, saat ini untuk pembangunan Tower dan power yg sudah terpasang 100 % di 5 lokasi. Yakni, Desa Salu, Desa Aruku, Desa Bakun Pantai, Desa Gamkahe dan Desa Baja yg sementara masih menunggu pemasangan perangkat VSAT dan BTS untuk On Air. Sementara 3 lokasi lainnya, yakni, Desa Tabobol, Desa Goro-goro dan Desa Aru Jaya akan dilaksanakan pembangunannya pada pertengahan september 2019.



















