SOSIAL  

Pemda Halbar Tetapkan Tanggap Darurat Bencana Banjir

HALBAR – Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, menetapkan tanggap darurat penanganan banjir dan longsor yang menimpa sekitar 5 Kecamatan di Halmahera Barat. Penetapan tanggap darurat bencana berlangsung di ruang rapat Bupati Halmahera Barat, Kamis (8/1/2026).

Penetapan tanggap darurat selama sepekan ke depan ini sekaligus pembentukan Satuan Tugas (Satgas), di mana, Satgas tersebut diketuai oleh Dandim 1501/Ternate, Letkol Inf Jani Setiadi.
Satgas ini dibentuk dengan tujuan seluruh bantuan yang masuk ke Halmahera Barat, dapat dikoordinasikan secara terpusat dan disalurkan tepat sasaran.

Rapat tersebut dipimpin Bupati James Uang dan dihadiri Wakil Bupati Djufri Muhamad, serta OPD, Kapolres, Dandim, dan Kasi Intel Kejari Halmahera Barat.

Bupati Halmahera Barat, James Uang mengatakan, melalui Satgas tersebut seluruh bantuan dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, hingga pihak swasta akan dikelola melalui satu pintu.

“Jadi bantuan baik dari pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten sudah kita salurkan hari ini. Besok akan ditambah lagi penyaluran bantuan, karena ada beberapa pengusaha swasta yang juga ikut membantu dalam distribusi logistik,” kata James.

Politikus Demokrat ini juga menyampaikan perkembangan korban jiwa akibat bencana banjir dan longsor di 5 Kecamatan.
“Sampai hari ini korban jiwa berjumlah dua orang, yakni seorang nenek dan cucunya yang tertimpa reruntuhan rumah akibat banjir dan tanah longsor,” ujarnya.

Selain korban jiwa, bencana tersebut berdampak pada ribuan warga. Pemerintah daerah mencatat jumlah pengungsi mencapai ribuan jiwa, meskipun sebagian besar merupakan pengungsi mandiri.

“Jumlah pengungsi yang terdata sampai saat ini sebanyak 3.444 jiwa dari lima kecamatan terdampak. Namun sebagian besar merupakan pengungsi mandiri. Ada yang mengambil bantuan sendiri dan ada juga yang berada di posko, khususnya di Kecamatan Ibu,” jelasnya.
James berharap seluruh pihak terus memperkuat koordinasi selama masa tanggap darurat berlangsung.

“Saya selaku Bupati berharap kita tetap bekerja sama dengan baik bersama Forkopimda agar tetap fokus, sehingga semua permasalahan dapat kita minimalisir dengan baik,” tegasnya.
Atas nama Forkopimda, James berterima kasih kepada pemerintah pusat melalui Menteri Pertanian, selaku Kepala Badan Ketahanan Pangan Nasional.

“Beliau menghubungi langsung kepada saya, mengatakan agar segera mengirim surat ke Kementerian, meminta bantuan berupa beras dan minyak goreng, dan akan dikirimkan untuk masyarakat pengungsi yang ada di Halmahera Barat, yang juga difasilitasi oleh anggota DPR RI Fraksi Golkar, Ibu Alien Mus, terima kasih juga saya ucapkan,” tuturnya.

James juga berterima kasih kepada Gubernur Maluku Utara, yang bergerak cepat membantu menangani bencana dan pengungsi di Halmahera Barat.

“Saya juga meminta kepada Ibu Irine, dari Fraksi PDIP, selaku anggota Komisi V DPR RI, agar membantu dalam rangka pengusulan untuk rekontstruksi pasca bencana, misanya rumah yang rusak,” ucapnya.

“Semua kita berkolaborasi, pemerintah pusat, provinsi dan semua stakeholder yang ada di Halmahera Barat, kaitan dengan penanganan bencana di Halmahera Barat. Kita berharap semoga dengan penetapan tanggap darurat tujuh hari ke depan ini berjalan baik, dan kita berdoa semoga tidak terjadi lagi, sehingga masyarakat terdampak di 5 kecamatan bisa aman,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Satgas Tanggap Darurat yang juga Dandim 1501/Ternate, Kolonel Inf. Jani Setiadi, menyampaikan fokus utama penanganan saat ini adalah membuka akses jalan yang tertutup longsor, terutama di wilayah Kecamatan Loloda, agar masyarakat tidak terisolasi dan distribusi bantuan berjalan lancar.

“Tentunya kami akan bekerja sama dengan dinas terkait di Halmahera Barat, agar akses jalan yang tertutup longsor bisa segera dibuka dan distribusi bantuan logistik berjalan lancar,” ujar Jani.

Letkol Jani menambahkan, untuk wilayah Kecamatan Ibu, bantuan dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten, saat ini sudah berjalan dengan baik.

“Kami juga akan memfokuskan penanganan di seluruh kecamatan yang terdampak banjir dan tanah longsor,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Satgas Tanggap Darurat, AKBP Teguh Patriot menyatakan Satgas bencana saat ini telah aktif secara penuh.

“Satgas sudah aktif. Kami mengedepankan keamanan dan keselamatan masyarakat. Selain itu, kami juga membuka layanan administrasi bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor,” kata Teguh.

Teguh yang juga Kapolres Halmahera Barat ini menjelaskan, masyarakat yang kehilangan atau mengalami kerusakan dokumen penting akibat bencana, dapat segera melapor ke Satgas, khususnya di Polres Halmahera Barat.
“Agar penanganan surat-surat berharga bisa diproses dengan cepat dan dikoordinasikan dengan dinas terkait,” pungkasnya.(red)