Jailolo, Jurnalone.id – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Maluku Utara, intensif melakukan sosialisasi program Bangga Kencana dan menggandeng dukungan pemerintah setempat dalam penurunan angka stunting.
“Kami bangga, karena Pemkab Halmahera Barat memberi dukungannya bersama BKKBN dalam mensosialisasikan program Bangga Kencana sekaligus bersama-sama menurunkan angka stunting di daerah ini,” kata Kepala Perwakilan BKKBN Malut, Dra Renta Rego saat melakukan kunjungan kerjanya di Jailolo, Jumat (10/9/2021).
Menurut dia, apresiasi dan dukungan Wakil Bupati Halmahera Barat Jufri Muhammad bersama jajarannya merupakan kebanggaan bagi BKKBN dalam mendukung penurunan angka stunting.
Selain itu, BKKBN akan mendorong kerja-kerja PLKB, PKB yang berada di Kecamatan 7 untuk sosialsasikan dimensi tangguh bagi PKL.
Sebab, sesuai Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tertanggal 5 Agustus, untuk penurunan stunting diberikan kepercayaan kepada BKKBN hingga Poktan dan kader yang akan mendapatkan pelatihan 7 dimensi.
“BKKBN akan membentuk tim dan khusus di desa melalui program bangga kencana dengan melatih sejumlah bidan dan bersama tim penggerak PKK, sehingga berkolaborasi bersama pemkab setempat guna menurunkan stunting,” kata mantan PLKB Kabupaten Halmahera Tengah tersebut.
Dalam kesempatan itu, Kepala Perwakilan BKKBN Malut membawa tim diantaranya Sekretaris BKKBN Malut Ansar Jainahu,S.Sos bersama Eko dan Maurent.
Sementara itu, Wakil Bupati Halmahera Barat, Jufri Muhammad memaparkan, untuk untuk Kabupaten Halbar sendiri memiliki 10 kecamatan dengan 9 puskesmas dengan 175 desa.
Sedangkan, untuk penanganan COVID-19 saat ini telah menurun, meskipun sebelumnya sesuai data pernah masuk dalam level 4.
Sebelumnya, Perwakilan BKKBN menggandeng Kementerian Agama (Kemenag) dalam rangka mendukung pencegahan stunting di masa pandemic COVID-19.
“Kami terus berupaya mencegah stunting, sehingga kami akan mendeteksi lokus stunting dan bersama-sama tim penyuluh BKKBN tersebar hingga di tingkat kelurahan dan desa,” katanya.
Menurut dia, dalam pencegahan stunting BKKBN akan menjalin kerjasama dengan penyuluh dari Kementerian Agama untuk bersama-sama sosialisasi mengenai pencegahan stunting dan menjaga jarak kelahirn, sehingga anak yang dilahirkan berkualitas dan kesehatan terpenuhi.
Selain itu, kata Renta, dalam kondisi pandemi COVID-19 ini BKKBN Malut telah menyiapkan kontrasepsi secara gratis kepada masyarakat untuk mengatur jarak kelahiran.
Oleh karena itu, dengan adanya pandemic COVID-19, maka diharapkan keluarga dapat mengatur jarak kelahiran.
Dia juga harapkan semua pihak untuk sukseskan program bangga kencana di Malut, sehingga hasil pertemuan bersama gubernur maupun bupati/wali kota di Malut dapat mendukung kampanyekan program bangga kencana. (red)



















