Keluh Kesah Ibu-Ibu Desa Sidangoli Gam di Momentum Hari Ibu

JURNALONE.Id – Indonesia tengah memperingati Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember setiap tahunnya. Tahun ini, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak meperingatan Hari Ibu ke-92 tahun dengan mengangkat tema ‘Perempuan Berdaya Indonesia Maju’.

Mengulas tentang tema pada hari Ibu itu, kami menarik benang merah ke Halmahera Barat Provinsi Maluku Utara.

Banyak para pejuang yang notabenenya ibu-ibu yang berjuang demi menghidupi keluarga bahkan menyekolahkan anak-anak mereka.

Masing-masing profesi mereka guluti demi mendapatkan sesuap nasi agar bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Kita belajar dari ibu-ibu di desa Sidangoli Gam Kecamatan Jailolo Selatan, Halmahera Barat, di desa itu puluhan ibu-ibu melaksanakan kerja sebagai penjual es kelapa muda dan pisang goreng.

berbagai sajian dapat kita temui di sana, namun banyak keluhan para ibu-ibu ini sangat menyentuh hati.

Di sore hari sekitar pukul 15.40.Wit, Rabu(22/12), bertempat di swering desa Sidangoli Gam, saya bersama dengan teman bersantai sambil menikmati sajian es kelapa muda dan pisang goreng.

Saat itu juga, ada seorang ibu atas nama Rukmin Nani yang didampingi oleh dua orang rekan kerjanya menyambangi saya dan bercerita seputar ide kreatif mereka guna membangun lokasi penjualan tersebut.

Pada cerita itu, Ibu Rukmin Nani menyampaikan bahwa usaha yang mereka guluti ini merupakan ide kreatif para ibu-ibu di desa Sidangoli Gam itu sendiri.

Langka ini mereka lakukan demi meraup keuntungan guna kebutuhan keluarga serta menyekolahkan anak-anak mereka.

Dari ide kreatif itu berhasil mengangkat perekonomian para penjual yang ada di seputaran swering desa tersebut.

Namun, kata wanita ini, banyak sekali kendala yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah.

Mendengar jeritan itu, saya sontak menanyakan kendala apa saja yang di alami oleh para penjual, Ibu Rukmin pun menjawab, kami butuh sentuhan pemerintah daerah untuk memajuhkan usaha kami. Karena ditempat ini banyak sekali fasilitas bangunan para penjual dibangun seadanya.

“Kami sangat membutuhkan fasilitas terbaik dari pemkab Halbar, agar kami dapat berjualan dengan nyaman,”ungkap, ibu tua itu dengan penuh harapan.

Sementara itu, Kadis Perindagkop dan UKM Halbar Martinus Djawa ketika di confermasi menyampaikan, untuk tempat penjualan itu sampai sejauh ini pihak dinas belum mendapat laporan resmi dari pemerintah desa setempat terkait data masyarakat yang berjualan di area itu, sehingga Dinas belum bisa proses keluhan masyarakat.

“Jika laporan dari desa sudah masuk ke kami, maka, kami akan proses ke kementerian  untuk keluhan dari masyarakat tersebut,”tegas, Martinus.

(J0-1)