HALBAR – Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat meresmikan pembangunan dan revitalisasi fasilitas pendidikan yang tersebar di sembilan kecamatan. Peresmian secara simbolis dipusatkan di Desa Goin, Kecamatan Tabaru, Kamis (5/3/2026), dan dilakukan langsung oleh Bupati Halmahera Barat, James Uang.
Peresmian tersebut merupakan bagian dari program pembangunan sarana pendidikan yang direalisasikan sepanjang tahun anggaran 2025 sebagai upaya memperkuat kualitas pendidikan di daerah.
Program itu mencakup 116 paket pembangunan yang bersumber dari Mandatory Spending serta 100 paket revitalisasi sekolah yang tersebar di sembilan kecamatan di Kabupaten Halmahera Barat. Kebijakan tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat fondasi pendidikan dasar dan menengah.
Bupati Halmahera Barat, James Uang, menegaskan bahwa pembangunan sarana pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah. Menurutnya, fasilitas pendidikan yang memadai akan menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif bagi siswa maupun tenaga pendidik.
“Pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan fasilitas belajar yang layak agar anak-anak Halmahera Barat dapat berkembang secara optimal,” ujar James Uang.
Ia menjelaskan, pembangunan tersebut mencakup berbagai kegiatan fisik untuk meningkatkan kualitas sarana belajar, antara lain pembangunan ruang kelas baru melalui Rencana Kerja Anggaran (RKA), rehabilitasi ruang kelas, pembangunan jamban sekolah, pagar sekolah, laboratorium IPA, laboratorium komputer, ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), ruang guru, ruang administrasi, hingga ruang kepala sekolah.
Selain itu, pemerintah daerah juga membangun berbagai fasilitas pendukung guna meningkatkan kenyamanan lingkungan pendidikan, seperti pemasangan paving block di lingkungan sekolah, penyediaan alat permainan edukatif (APE), serta pembangunan aula sekolah yang dilengkapi meubelair.
Sebanyak lima sekolah tingkat SMP juga mendapat pembangunan aula baru berukuran 32 x 15 meter. Sekolah tersebut yakni SMP Elim Kecamatan Tabaru, SMP Negeri 3 Kecamatan Ibu, SMP Negeri 5 Kecamatan Ibu Selatan, SMP Negeri 6 Kecamatan Sahu, serta SMP Negeri 7 Kecamatan Sahu Timur.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati James Uang juga meluncurkan bantuan SmartBoard untuk sekolah dasar dan menengah sebagai bagian dari upaya transformasi pendidikan berbasis teknologi.
Sebanyak 173 unit SmartBoard diserahkan kepada sekolah tingkat SD dan 63 unit untuk SMP yang tersebar di sembilan kecamatan di Kabupaten Halmahera Barat. Bantuan tersebut diharapkan mampu mendorong proses pembelajaran yang lebih interaktif, modern, dan berbasis digital.
Program bantuan SmartBoard ini juga merupakan bagian dari program prioritas Pemerintah JUJUR (James Uang–Djufri Muhammad) melalui Halbar Pintar yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
“Melalui program Halbar Pintar, pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan pendidikan yang berkualitas, merata, serta mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi di dunia pendidikan,” kata James.
Selain SmartBoard, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan perangkat laptop bagi jenjang pendidikan TK, SD, dan SMP guna mempercepat digitalisasi pendidikan sekaligus meningkatkan kapasitas guru dalam memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Halmahera Barat, Rosbery Uang, dalam laporannya menyampaikan bahwa pembangunan sarana pendidikan di masa pemerintahan JUJUR menunjukkan capaian yang signifikan.
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Rosbery Uang saat menyampaikan sambutannya.
Menurutnya, sejak tahun 2021 hingga 2025 pemerintah daerah telah merealisasikan sebanyak 589 paket pembangunan sarana dan prasarana pendidikan yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Halmahera Barat.
“Total anggaran yang digunakan untuk pembangunan sarana pendidikan tersebut mencapai Rp200.920.136.081,” kata Rosbery.
Ia menambahkan bahwa seluruh fasilitas yang telah dibangun saat ini telah dimanfaatkan secara optimal oleh siswa dan tenaga pendidik. Selain pembangunan fisik, pemerintah daerah juga secara konsisten melakukan peningkatan kualitas sumber daya guru dan kepala sekolah.
Meski demikian, pihaknya mengakui masih terdapat sejumlah fasilitas pendidikan yang perlu ditingkatkan di beberapa sekolah. Karena itu, Dinas Pendidikan akan terus berkoordinasi dengan kementerian terkait guna memperoleh dukungan tambahan bagi pembangunan pendidikan di Halmahera Barat.
“Harapan kami, fasilitas pendidikan yang telah dibangun ini dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inspiratif sehingga mampu melahirkan generasi emas Halmahera Barat di masa depan,” ujarnya.(red)














