TERNATE – Sebanyak 259 unit bangunan rumah berhasil dibangun dan kini siap ditempati warga Desa Kawasi sebagai lokasi pemukiman baru mereka. Kawasan pemukiman tersebut berada di sebelah Selatan kawasan operasional pertambangan PT Harita Nickel.
Dimana PT Harita Nickel telah membangun ratusan unit hunian baru tersebut dengan kualitas baik yang terdapat tiga tipe yaitu tipe 108 memiliki 4 kamar, tipe 72 miliki 3 kamar, dan tipe 54 juga miliki 3 kamar.
Meski telah siap untuk ditempati, namun masih menunggu keputusan dari pemerintah daerah untuk memindahkan warga ke lokasi baru itu.
Bupati Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Hasan Ali Bassam Kasuba, menyampaikan, pihaknya telah menyusun tim kordinasi antara pemerintah daerah, stakeholder, dan perusahaan Harita Nickel untuk mencari solusi percepatan pemindahan warga dari Desa Kawasi ke pemukiman baru mereka.
” Sekarang kita telah menyusun tim kolaborasi daerah, semua stakeholder termasuk pihak terkait untuk mencari solusi guna bagaimana mendorong masyarakat kawasi untuk optimalisasi dan fungsilisasi area Eco Village yang ada disana”, ucap Basam, Selasa (7/5/2024) di Ternate.

Orang nomor satu di Halmahera Selatan itu membenarkan bahwa, Desa Kawasi lama sudah tidak layak ditempati, salah satunya ancaman abrasi dan berdekatan dengan aktivitas pertambangan.
Meski demikian untuk pemindahan warga ke lokasi baru ada beberapa masalah komplek yang harus diperbaiki diantaranya sosialisasi maupun warga yang berhak menempati kawasan itu.
” Memang dilihat dari fasilitas dan infrastruktur sudah luar biasa, hanya kita juga harus mengakomudir pendatang terutama para pedangan yang bakal menempati pusat – pusat perekonomian sehingga kita harus tata dulu, ” ujarnya.
Lebih lanjut, untuk mempercepat pemindahan warga, penggodokan harus dilakukan antara pemerintah daerah dan Harita Nickel. Setelah itu barulah stakeholder lain seperti tokoh masyarakat, tokoh agama dilibatkan hingga ada solusi terbaik.
” Saat ini kita belum memiliki target spesifik kapan semuanya bisa pindah, tim kordinasi ini sempat mendet lantaran masalah internal Harita yang kemudian membuat komunikasi itu terputus. Namun kini kita sudah kordinasikan kembali yang kemudian diharapkan adanya komunikasi intens sehingga kedepan ada solusi-solusi yang akan ditawarkan kepada warga”, jelasnya.(red/SMG)



















